x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



Diduga Kuat Petinggi Parpol Ikut Terlibat Gratifikasi Ponten

Kadishub Surabaya Tersangka, Jumat Depan Langsung Ditahan?

Minggu, 29 April 2012 17:08 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Kadishub Surabaya Tersangka, Jumat Depan Langsung Ditahan? - Diduga Kuat Petinggi Parpol Ikut Terlibat Gratifikasi Ponten Terminal Purabaya - Eddi, Kadishub Kota Surabaya

Eddi, Kadishub Kota Surabaya

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Pasca penetapan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Surabaya Eddi sebagai tersangka dugaan gratifikasi pengelolaan ponten di Terminal Purabaya tahun 2009 senilai Rp 500 juta oleh Polrestabes Surabaya, beredar kabar yang bersangkutan akan langsung ditahan pada pemeriksaan Jumat (04/05)  mendatang.

Kabarnya,  Eddi bisa saja langsung ditahan, mengingat penyidik sudah memiliki bukti-bukti cukup untuk menahan seorang tersangka.

Baca juga: Pengendara parkir liar ‘geram’ pentil kendaraanya dicabut Dishub dan 24 tahun diperbantukan di PT INKA, PNS Dishub `ngaplo`

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Farman belum bisa memastikan apakah tersangka akan langsung ditahan usai diperiksa.

“Yang pasti sudah tersangka dan akan segera diperiksa,” jelas AKBP Farman, Minggu (29/04).

Eddi diduga melakukan tindakan gratifikasi pengelolan ponten Terminal Purabaya Bungurasih saat yang bersangkutan masih menjabat sebagai kepala UPTD Terminal Purabaya tahun 2009 silam.

Informasi yang diperoleh LICOM, penyidik sedang membidik tersangka-tersangka lain yang diduga ikut terlibat dalam tindakan tersebut.
Bahkan, kabarnya seorang petinggi parpol diduga ikut terlibat. Namun polisi bungkam untuk membuka identitas petinggi parpol itu.

Yang pasti, kata AKBP Farman, pemberi dan penerima gratifikasi sama-sama bisa dijerat. @dhimas


Editor: +Rizal Hasan

RIZAL HASAN has been a reporter for more than 12 years, now he as…

Facebook Twitter Google+ Index Berita 



code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty