x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


WWF-Indonesia Terbitkan Panduan Perikanan Nasional Berkelanjutan

Minggu, 29 April 2012 13:30 WIB (2 years yang lalu)Editor:
WWF-Indonesia Terbitkan Panduan Perikanan Nasional Berkelanjutan - - Jumpa pers WWF

Jumpa pers WWF

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM : WWF-Indonesia menerbitkan Serial Panduan Praktik Perikanan Berkelanjutan atau Fisheries Better Management Practices (BMP Perikanan Berkelanjutan) di kantor WWF-Indonesia, Minggu (29/4/2012) yang disampaikan Imam Musthofa Zainuddin selaku National Fisheries Program Leader WWF-Indonesia dalam jumpa pers. Dijelaskan pula, peluncuran tersebut dalam rangka untuk meningkatkan sejumlah komoditi perikanan utama di Indonesia, yaitu kerapu, kakap, udang, tuna dan nila. Maka BMP ini merupakan panduan perikanan praktis pertama yang diterbitkan di Indonesia, berisi rekomendasi-rekomendasi yang mudah diaplikasikan kelompok pelaku perikanan, yaitu para nelayan, petambak dan pengusaha perikanan.

BMP Perikanan Berkelanjutan WWF disusun berdasarkan pembelajaran tim perikanan WWF-Indonesia dengan para nelayan dan petambak binaan di sejumlah wilayah kerja WWF-Indonesia, yaitu Tarakan dan Berau di Kalimantan Timur, Aceh, Danau Toba – Sumatera Utara, Wakatobi – Sulawesi Tenggara, Kepulauan Solor Alor – Nusa Tenggara Timur, Bali, dan Bitung – Sulawesi Utara. Lan. ”Selain itu,juga BMP ini mengacu pada prinsip-prinsip sertifikasi perikanan berkelanjutan yang didukung oleh WWF, yaitu Marine Stewardship Council (MSC) untuk perikanan tangkap dan Aquaculture Stewardship Council untuk perikanan budidaya,” dan BMP Perikanan WWF berbeda dengan panduan-panduan serupa lainnya karena penekanannya pada aspek sustainability hingga di level operasional,” jelasnya.

Baca juga: Gila! Satu juta ton ikan kekayaan laut Indonesia dijarah asing dan Ahok : Kita akan upayakan laut Jakarta bebas dari pencemaran

Sementara itu Ir Endroyono, Kasubdit Rancang  Bangun dan Kelaikan Alat Penangkap Ikan dari Direktorat Kapal Perikanan dan Alat Penangkap Ikan, KKP.menjelaskan.”Sebagai satu dari beberapa panduan yang menjawab pertanyaan mengenai keberlanjutan sumber daya ikan, penerbitan BMP Perikanan Berkelanjutan WWF mendapat respon positif dari pemerintah. “BMP Perikanan Berkelanjutan yang dikembangkan WWF selaras dengan tren penangkapan ikan saat ini dimana proses penangkapan ikan tidak hanya memperhatikan kualitas produk tetapi juga memastikan penerapan praktik penangkapan yang ramah lingkungan, sesuai dengan Code of Conduct for Responsible Fisheries (CCRF) dari FAO diterapkan KKP selama ini,” tegas dia.

Sedangkan Aditya Utama, Sustainability Manager ANOVA Asia, mengatakan BMP Perikanan Berkelanjutan WWF akan disebarluaskan ke sejumlah pihak terkait, khususnya para pelaku dalam industri perikanan termasuk nelayan, petambak, dan perusahaan perikanan. ”ANOVA, salah satu perusahaan pengimpor ikan asal Belanda yang tergabung dalam program korporasi WWF-Indonesia, Seafood Savers mengomentari manfaat jangka panjang dari penerbitan BMP Perikanan Berkelanjutan ini,” ucapnya.

Lebih lanjut Aditya Utama menambahkan. “Adanya panduan mengenai perikanan yang berkelanjutan ini sangat penting artinya untuk menjamin ketersediaan sumber daya ikan dalam jangka panjang sekaligus kesejahteraan nelayan beserta keluarga dan masyarakat pesisir di sekitarnya,” tandasnya. ichsan

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty