x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


AKBP Farman: "Bukti-bukti yang Dimiliki Penyidik Cukup Kuat"

Satreskrim Ngotot Kadishub Kota Sudah Resmi Tersangka

Senin, 30 April 2012 13:44 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Satreskrim Ngotot Kadishub Kota Sudah Resmi Tersangka - AKBP Farman: "Bukti-bukti yang Dimiliki Penyidik Cukup Kuat" - Eddhi, Kadishub Kota Surabaya

Eddhi, Kadishub Kota Surabaya

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Meski Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Tri Marjanto menyebut status Eddi, Kadishub Kota Surabaya dalam ‘proses transaksi’, jajaran Satreskrim Polrestabes Surabaya ngotot status Eddi tidak berubah.

Hal itu ditegaskan AKBP Farman, Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, Senin (30/04).

Baca juga: Sejumlah pejabat jajaran Polrestabes Surabaya kumpul di Polsek Sawahan dan Bhayangkari Surabaya sulap lahan kantor polisi jadi kebun

“Sudah kita ditetapkan sebagai tersangka oleh Polrestabes Surabaya,” tegas AKBP Farman.

Saat ditanya apakah ada 17 saksi, AKBP Farman mengatakan saksi dalam kasus ini masih dalam tahap, perlu pembuktian yang kuat.

“Tidak asal tahan sebab nanti ada efek hukumnya bila kita tidak hati hati,” ujarnya

Eddi rencana akan diperiksa pada pemeriksaan perdana sebagai tersangka pada Jumat (4/5) mendatang.

Seperti diketahui, Eddi berdasarkan surat Dalam laporan informasi No. Li/22/V/2011/Satreskrim, tanggal 11 Mei 2011 dan surat perintah penyelidikan No. Sp-lidik/369/V/2011/ Satreskrim, tanggal 11 Mei 2011 itu menyebut Eddy selaku Plt Kadishub Surabaya (saat itu)
menyalahgunakan wewenang dengan meminta imbalan Rp 500 juta ke pihak ketiga (investor) yang ditawarinya untuk mengelola ponten di terminal tersebut.

AKBP Farman menegaskan, bukti-bukti yang dimiliki penyidik sudah cukup kuat untuk menetapkan Eddi sebagai tersangka.

Selain Eddi, kasus ini diperkirakan akan terus berkembang. Karena beredar kabar ada keterlibatan sejumlah petinggi partai politik (parpol) di dalamnya.

Seperti diberitakan, kepastian penetapan Eddi, Kadishub Kota Surabaya sebagai tersangka gratifikasi ponten terminal Purabaya tahun 2009 senilai Rp 500 juta oleh Satreskrim Polrestabes Surabaya dimentahkan oleh Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Tri Maryanto.

Kombes Pol Tri Marjanto tidak bisa berkata banyak ketika dikonfirmasi soal kepastian Eddi yang sudah ditetapkan tersangka.

“Jangan tanya soal itu, kita masih transaksi,” jawab Tri Marjanto. @dhimas

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty



Editor: +Rizal Hasan

RIZAL HASAN has been a reporter for more than 12 years, now he as…

Facebook Twitter Google+ Index Berita 



code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty