Presiden Prancis yang baru Francois Hollande
LENSAINDONESIA.COM: Kandidat Sosialis Francois Hollande mengalahkan kandidat konservatif ‘incumbent’ Nicolas Sarkozy pada hari Minggu (6/5/2012, waktu Prancis). Hollande merupakan kandidat presiden yang menyuarakan perubahan cara Eropa menangani krisis utang dan bagaimana Perancis mengendurkan tensi militer dan diplomatik di seluruh dunia.
Sarkozy mengakui kekalahannya beberapa menit setelah pemungutan suara ditutup. Ia mengatakan telah memanggil Hollande untuk memberi ucapan selamat sebagai pemimpin baru negara itu. Masyarakat Prancis pun spontan bergemuruh gembira mengisi Place de la Bastille, plaza ikonik dari Revolusi Perancis, untuk merayakan kemenangan Hollande itu. Dia akan menjadi kepala negara pertama sayap kiri Perancis sejak Francois Mitterrand menjadi presiden pada 1981-1995.
Baca juga: AS mulai turunkan perwira ke Mali, dukung Perancis dan Warga Paris aksi demo tolak pernikahan sejenis
Sarkozy berterima kasih kepada pendukungnya dan mengatakan ia melakukan yang terbaik untuk memenangkan masa jabatan kedua, meskipun ia menghadapi kemarahan luas pada penanganan ekonomi. “Saya bertanggung jawab … untuk kalah,” katanya sebagaimana dikutip brbagai media Prancis.
Hasil resmi parsial, dengan sekitar setengah dari suara nasional telah terhitung, menunjukkan Hollande memperoleh 50,8 persen untuk Hollande dibanding 49,2 persen untuk Sarkozy. CSA, TNS-Sofres dan lembaga polling Ipsos meramalkan bahwa Hollande akan menang dengan 51,8 persen menjadi 53 persen, dibandingkan dengan 47 persen menjadi 48,2 persen untuk Sarkozy. Mereka membuat proyeksi berdasarkan penghitungan suara di tempat pemilihan suara di seluruh negeri. fpn/tvf
Berita Terkait:
3 jam yang lalu
3 jam yang lalu
3 jam yang lalu
3 jam yang lalu
4 jam yang lalu
4 jam yang lalu
4 jam yang lalu
4 jam yang lalu
5 jam yang lalu
6 jam yang lalu