x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



Dinilai Tidak Kooperatif dan Sudah Terlanjur Jadi Buron

KPK Ragu ‘Deal-dealan’ dengan Neneng Sri Wahyuni

Senin, 07 Mei 2012 11:09 WIB (2 years yang lalu)Editor:
KPK Ragu ‘Deal-dealan’ dengan Neneng Sri Wahyuni - Dinilai Tidak Kooperatif dan Sudah Terlanjur Jadi Buron -

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Rencana kepulangan Neneng Sri Wahyuni, tersangka kasus Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) ke Indonesia, yang didahului dengan syarat-syarat khusus, sepertinya susah dipenuhi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Malah, pimpinan KPK menilai, istri terpidana M Nazaruddin itu tidak kooperatif karena tidak mau menyerahkan diri secara sukarela.

Baca juga: Nazaruddin: "Anas yang Ngatur Semua Kasus PLTS" dan Nazaruddin Diperiksa KPK untuk Neneng Istrinya

Wakil Ketua KPK Zulkarnaen mengatakan, permohonan audensi merupakan hal yang langka di KPK.

“Yang namanya kooperatif tidak bisa dilihat dari permohonan audiensi soal kepulangan saja. Bagaimana mau kooperatif, statusnya sudah buron,” terang Zulkarnaen, Senin (07/05).

Namun, KPK akan tetap mempelajari permohonan audiensi yang diajuakn oleh para kuasa hukum Nazaruddin tersebut.

Zulkarnaen mengatakan, KPK tidak akan terburu-buru untuk menolak atau mengabulkan permintaan itu.

Seperti diketahui, melalui tim kuasa hukum M Nazaruddin, 26 April 2012 lalu, Neneng mengirimkan surat kepada KPK untuk memohon diadakannya pertemuan membahas masalah kepulangan Neneng.

Salah satu permintaan Neneng, ia akan pulang dengan syarat tidak ditangkap dan tidak ditahan di rumah tahanan (rutan).

Neneng sendiri ditetapkan tersangka untuk kasus korupsi pengadaan PLTS di Kemenakertrans pada tahun 2008.

Nyonya Nazaruddin itu diduga memiliki peran sebagai makelar proyek senilai Rp8,9 miliar yang dimenangkan oleh PT Alfindo dan disubkontrakkan ke beberapa perusahaan lain.

KPK sudah menyatakan negara mengalami kerugian sebesar Rp 3,8 miliar.

Diduga, Neneng saat ini berada di sebuah wilayah di negara Malaysia. @agusirawan


Editor: +Rizal Hasan

RIZAL HASAN has been a reporter for more than 12 years, now he as…

Facebook Twitter Google+ Index Berita 



code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty