Kebun singkong
LENSAINDONESIA.COM: Gila. Itulah kata pertama yang terucap dari mulut
Jalaluddin (48), saat menemukan bayi telanjang di kebun singkong tak
jauh dari rumahnya. Lebih gila lagi, lantaran bayi perempuan berumur 2
hari itu, dibuang dalam kondisi telanjang tanpa sehelai kain yang
menempel di tubuhnya.
Tentu saja bayi tak berdosa itu menangis karena kedinginan. Tangisan
bayi itupun memecah kegelapan malam di Dusun Birampah Desa
Batubintang,Kecamatan Batumarmar, Kabupaten Pamekasan, Madura.
Baca juga: Wartawan Surabaya galang dana operasi bayi Hanif dan Bayi miskin penderita tumor kepala akhirnya dikirim ke RSU dr Soetomo
Beruntung, tangisan bayi yang pecah disaat listrik padam itu didengar
Jalaluddin yang rumahnya sekitar 50 meter dari kebun singkong. “Saat
mendengar tangisan bayi, saya langsung mengambil lampu senter dan
keluar rumah mencari asal suara tangisan,” ujar Jalaluddin, Kamis
(10/5/2012).
Suara tangisan yang tiada henti, memudahkan Jalaluddin menemukan
lokasi pembuangan bayi. Tak sampai 10 menit, Jalaluddin berhasil
menemukan bayi malang itu dan langsung menggendongnya pulang ke
rumahnya.
“Begitu sampai di rumah, saya membangunkan istri dan memintanya
merawat bayi yang terlihat kedinginan karena dibiarkan telanjang oleh
yang membuangnya,” papar Jalal.
Kabar penemuan bayi itupun menyeruak ke seluruh kampung. Ratusan warga
Dusun Birampah berdesakan di teras rumah Jalaluddin untuk melihat
wajah sang bayi. Untuk menyelamatkan jiwa sang bayi, Jalaluddin
membawa sang bayi ke rumah Bidan Mila.
“Setelah diberi perawatan dan diberi minum susu botol, bayi mungil itu
saya bawa pulang. Sesampainya di rumah, ternyata ada Pak Kepala Dusun
yang meminta untuk merawat bayi yang saya temukan. Dan, istri saya
menyetujuinya,” tutur Jalal.
Akhirnya, bayi perempuan itu diboyong ke rumah Slamet. “Saya akan
merawat bayi ini. Jika kemudian orangtua sang bayi ingin mengambilnya,
saya akan serahkan. Tapi jika sebaliknya, saya tetap akan merawat bayi
ini hingga dewasa,” urai Slamet.
Kapolsek Batumarmar, AKP Osa Maliki, berjanji akan mengusut kasus
pembuangan bayi di kebun singkong itu. Menurut Osa Maliki, tersangka
pembuang bayi itu diduga kuat bukan warga Desa Batubintang.
“Sebab, data yang saya peroleh, tidak ada warga Batubintang yang
sebulan terakhir ini dalam kondisi hamil tua. Saya menduga, si
pembuang bayi adalah warga luar desa,” jelasnya. @arief
Berita Terkait:
5 jam yang lalu
6 jam yang lalu
7 jam yang lalu
8 jam yang lalu
8 jam yang lalu
9 jam yang lalu
9 jam yang lalu
10 jam yang lalu
10 jam yang lalu
10 jam yang lalu