'Spotlight' Majapahit Travel Fair 2012

Seni Wayang Kulit, Pegangan dari Tanduk Kerbau Bule India

Editor: | Kamis, 10 Mei 2012 18:49 WIB, 405 hari yang lalu



Seni Wayang Kulit, Pegangan dari Tanduk Kerbau Bule India - 'Spotlight' Majapahit Travel Fair 2012 - Isyanto sedang menjelaskan beda wayang kulit

Isyanto sedang menjelaskan beda wayang kulit


LENSAINDONESIA.COM: Ide membuat wayang kulit oleh Isyanto, seorang pengrajin seni asal Ponorogo turut meramaikan event tahunan Jawa Timur bertajuk ‘Majaphit Travel Fair 2012″ di Grand City Mall, mulai 10 hingga 13 mei mendatang.

Menurut Isyanto, wayang kulit adalah bagian dari seni dan budaya adiluhung bangsa yang harus kita jaga dan lestarikan keberadaannya. Untuk itu, membuat wayang kulit juga bisa menjadi hasil karya seni kebanggaan bangsa Indonesia.

Baca juga: Syukurlah, anak-anak masih mencintai wayang dan Sosialisasi program TKI di Cirebon 'ngebon' Wayang Suket-nya Slamet Gundono

“Dikarenakan selain menjadi simbol kesatria juga terkandung banyak cerita dan unsur seni yang termuat dalam sosok pewayangan itu sendiri. Misalnya, seni dakwah, seni tari, seni mungging atau mulas (mewarnai), seni lukis, seni pahat dan ukir, “terangya.

Dari banyak istilah dalam pembuatan wayang kulit, sambungnya, ada dua hal yang menjadi khas dan corak mengenalnya. Yakni drenceman (titik) dan cawian (garis), artinya setiap wayang kulit terdapat karakter yang berbeda-beda.

“Diantaranya, gagrak (versi) Jogya, Solo, Tegal, Surakarta dan Jawa Timuran. Warnanya pun memakai pakem tersendiri, seperi yang saya buat memakai bentuk Surakarta dengan pemakaian warna hijaunya pencampuran warna kuning dan hitam. Merah menggunakan warna kuning dan hitam serta warna Biru pencampuran dari warna biru dan hitam,”papar seniman lukis yang juga masuk 10 besar seniman terbaik di Jawa Timur.

Tak hanya itu, wayang buatan Isyanto juga masuk dalam kategori wayang kulit buatan tangan terbaik se-Indonesia yang mendapat piagam dari TMII (Taman Mini Indonesia Indah). Pada kegiatan lomba proses membuat wayang kulit terabik menggunakan tangan se Indonesia.

“Kesenian wayang kulit adalah seni karya Indonesia yang adiluhung (sastra yang memiliki tingkat apresiasi tinggi). Dikarenakan dalam proses membuatnya dibutuhkan konsentrasi dan ketelitian,” imbuhnya.

Untuk membuat satu wayang, sebutnya diperlukan 10 hari pengerjaannya. Itu pun juga tergantung jenis dan corak wayang kulit. Sebab, wayang kulit terbagi 3 jenis yakni wayang kulit koleksi, wayang kulit pedalangan dan wayang kulit pasaran.

“Wayang kulit koleksi bisa diartikan halusan cara pembuatannya dan dilapisi kimpok serbuk emas, wayang pedalangan termasuk kategori sedang akan tetapi menggunakan kulit halus. Sedangkan wayang pasaran banyak ditemui dimana saja serta menggunakan bahan sederhana,”tegasnya.

Dikatakannya, harga per set wayang kulit satu kotaknya mencapai 65 juta hingga 450 juta, karena pegangan untuk wayang itu terbuat dari tanduk Kerbau Bule India. “Oleh sebab itu, bagi siapap pun yang ingin belajar membuat wayang kulit akan saya ajari sampai bisa dan tanpa dipungut biaya,”tukasnya.

Sehingga, sahutnya wayang kulit terus memunculkan generasi baru yang dapat mengembangkan serta menjaga kelestarian wayang kulit agar jangan sampai punah. @Jey



Berita Terkait:




KODAK

VIDEO