x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Tak Jauh Beda dengan Lokalisasi, Berisiko Tinggi Terjangkit

Maksimalkan Pelayanan, RSUD BDH Resmikan Tiga Poli

Senin, 14 Mei 2012 18:16 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Maksimalkan Pelayanan, RSUD BDH Resmikan Tiga Poli - Tak Jauh Beda dengan Lokalisasi, Berisiko Tinggi Terjangkit HIV/Aids -

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA. COM : Fasilitas pelayanan kesehatan di RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH) dipastikan bertambah.

Hal tersebut seiring diresmikannya tiga poli baru oleh Walikota Surabaya Tri Rismaharini, bersamaan dengan Pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong IX di RSUD BDH, Senin (14/5).

Baca juga: Pemkot Surabaya akhirnya bentuk Satgas Penanggulangan Bencana dan Walikota Surabaya mutasi tiga pejabat eselon II

Ketiga poli yang dimaksud yakni Poli VCT (Voluntary Counselling and Testing)/PITC (Provider Initiated Testing and Counselling), Poli Paliatif, dan Poli K3 (keselamatan dan kesehatan kerja).

Dirut RSUD BDH Maya Syahria Saleh menerangkan, Poli VCT/PITC merupakan poli yang menyediakan pelayanan konsultasi serta informasi tentang HIV/AIDS.

Masyarakat akan diberi penjelasan terkait virus mematikan tersebut, selain itu bisa juga melakukan tes sebagai langkah antisipasi terhadap penyebarannya.

Bagi penderita HIV/AIDS, Poli VCT/PITC menyediakan dukungan berupa pendampingan psikologis agar sebisa mungkin tidak menyebar ke orang-orang di sekitarnya.

“Apalagi lokasi RSUD BDH bisa dibilang tidak terlalu jauh dengan salah satu lokalisasi dimana orangnya berisiko tinggi terjangkit HIV/AIDS. Untuk itu, kami siap mengantisipasi penyebaran virus itu dan memberi edukasi kepada masyarakat,” terangnya.

Untuk Poli Paliatif, Maya menjelaskan, poli tersebut memberikan perhatian sepenuhnya terhadap pasien yang tidak dapat disembuhkan atau kemungkinan hidup kecil, serta kepada penderita kanker khususnya stadium lanjut yang harus menanggung rasa nyeri
selama sisa hidupnya.

Apalagi pada 15 Mei 2010, Surabaya dicanangkan sebagai Kota Paliatif atau kota bebas nyeri.

Mendukung hal itu, RSUD BDH berupaya meminimalkan rasa nyeri penderita kanker sehingga mereka mampu menjalani masa sakit.

“Ternyata terbukti, dengan adanya pelayanan paliatif, kualitas hidup penderita kanker bisa lebih baik,” ujar Maya.

Sedangkan tentang Poli K3, Dirut yang mulai menjabat sejak Maret 2012 ini menuturkan, pihaknya memahami risiko yang dihadapi para pekerja. Maya memisalkan, di RS yang dipimpinnya saja ada sekitar 600 pekerja yang setiap hari berpeluang terdampak penyakit selama bekerja. Di tempat lain, seperti pabrik, mungkin risiko yang dihadapi lebih tinggi.

“Dengan Poli K3 ini, kami ingin menaruh perhatian khusus terhadap para pekerja. Nanti kami akan coba kerjasama dengan Jamsostek agar pelayanan K3 ini bisa lebih maksimal,” pungkas Maya. @iwan

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty



Editor: +Rizal Hasan

RIZAL HASAN has been a reporter for more than 12 years, now he as…

Facebook Twitter Google+ Index Berita 



code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty