x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



Rata-rata Mencapai Rp 7 Ribu Hingga Rp 8 Ribu per Kilogram

Harga Kedelai Naik di Pasar, Ukuran Tempe Menciut

Sabtu, 19 Mei 2012 14:10 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Harga Kedelai Naik di Pasar, Ukuran Tempe Menciut - Rata-rata Mencapai Rp 7 Ribu Hingga Rp 8 Ribu per Kilogram -

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSA INDONESIA.COM: Dalam sepekan terakhir, harga kedelai mengalami kenaikan dihampir seluruh pasar di wilayah Sidoarjo dan Surabaya.

Antara lain di pasar Wadungasri dan Tulangan sidoarjo, begitu juga dipasar Wonokromo, pasar Paing dan Soponyono Rungkut Surabaya.

Baca juga: Stasiun Wonokromo diobok-obok TNI, Polri, dan Satpol PP dan PSK Wonokromo masih membandel meskipun sering dirazia

Di semua pasar rata-rata mengalami kenakan 10% hingga 15%. Seperti di pasar Tulangan dan Wadungasri Sidoarjo, harga kedelai yang semula Rp 5.800,- /kg dan dijual Rp 7.000,-/kg, kini naik menjadi Rp6.600,- /kg dengan harga jual mencapai Rp. 8.000,- /kg.

Menurut Bu Amien, pedagang di pasar Wadungasri, dan ibu Ria di pasar Tulangan kenaikan harga ini dari agennya. Sehingga mau tak mau dia juga harus menaikkan harga.

“Di semua pasar rata-rata naik Rp6.00,- sampai Rp 1.000,-, karena dari agennya naik” kata ibu Amien, ditemui Sabtu (19/05).

“Saya nggak tahu kenapa naik, saya mengikuti aja, kalau naik ya saya naikkan harganya,nanti saya kan rugi kalau nggak ikut naik “ ungkap ibu Ria, pedagang lainnya.

Sementara di Pasar Wonokromo,Paing dan Soponyono mengalami kenaikkan yang sama.

Harga jualnya justru lebih tinggi mencapai Rp 8.500,- /kg.

Menurut Bu Sunar, pedagang di pasar Paing, dia mengambil dari Pabean Surabaya dengan harga Rp 6.500,-/kg.

“Dari sana harganya naik, belum lagi ongkos bensinnya , jadi harga segitu(Rp 8.500,-/kg) untungnya mepet” katanya.
Hal ini tentu saja berimbas pada harga tempe. Para pedagang tempe tak bisa berbuat banyak, agar jualannya tetap laku dan tidak mengalami kerugian volume dan ukuran tempe dibuat lebih kecil.

“Kira-kira kenaikannya 10% sampai 15%,dan isinya pun saya kurangi,kalau biasanya seribu dapat 1 potong agak gede, sekarang lebih kecil. Ya biar balik modal dan bisa tetap jualan” ungkap pak Kardi,penjual tempe di pasar Berbek.@istikomah


Editor: +Rizal Hasan

RIZAL HASAN has been a reporter for more than 12 years, now he as…

Facebook Twitter Google+ Index Berita 



code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty