x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Program Berskala Nasional dan Internasional Sudah Menunggu

Pariwisata Sulawesi Utara Kini Ditangani Seorang Diplomat

Sabtu, 19 Mei 2012 00:27 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Pariwisata Sulawesi Utara Kini Ditangani Seorang Diplomat - Program Berskala Nasional dan Internasional Sudah Menunggu - Ist/Ketika pelantikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sulut

Ist/Ketika pelantikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sulut

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Sulawesi Utara (Sulut) memiliki potensi budaya dan pariwisata yang besar diantara sekian banyak wilayah di Indonesia. Untuk itu, provinsi ini merupakan salah satu destinasi pariwisata favorit bagi wisatawan manca negara, juga sebagai tempat diselenggarakannya MICE di Indonesia.

Bahkan, Suprianda Hamonangan Ruru, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sulut yang baru dilantik tanggal 16 Mei lalu, sudah menanti berbagai macam program dan kegiatan yang berskala nasional maupun Internasional.

Baca juga: Digoyang lagi, isteri Gubernur Sulbar diduga korupsi, Caleg kuat dan Banjir Manado, terdahsyat dalam kurun waktu 50 tahun terakhir

Menurut Suprianda, revitalisasi pariwisata yang merupakan salah satu program strategis Pemprov Sulawesi Utara akan dapat terwujud melalui upaya bersama dari semua stake holders.

“Kita semua dapat bekerjasama guna terciptanya visi dan misi serta tujuan Pemprov Sulawesi Utara ini,” ujar Suprianda, yang juga seorang seorang diplomat ini.

Sedangkan, Wakil Gubernur Sulawesi Utara Djouhari Kansil pada saat pelatikan tersebut menyampaikan, bahwa jiwa entrepreneurship, jaringan yang luas dan daya inovasi yang tinggi merupakan suatu hal yang harus dimiliki oleh seorang kepala dinas.

“Kemampuan ini untuk menangkap setiap peluang dalam mengembangkan pariwisata yang merupakan aktivitas lintas bangsa dan negara,” kata Djouhari Kansil.

Dengan pengalaman diplomatik yang cukup baik saat bertugas di Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) maupun di Perwakilan Republik Indonesia, Suprianda H Ruru diyakini dapat lebih mengembangkan potensi budaya dan pariwisata Sulawesi Utara, termasuk di tingkat Internasional.

Selama bertugas sebagai Penanggungjawab Fungsi Ekonomi yang juga menangani masalah pariwisata di Kedutaan Besar (Kedubes) Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus (KBRI Moskow) sejak tahun 2008, Suprianda H Ruru telah aktif dalam memperomosikan potensi-potensi budaya dan pariwisata Indonesia, termasuk Sulawesi Utara di Rusia dan Belarus.

Berbagai kegiatan telah diselenggarakan oleh KBRI Moskow dengan provinsi yang dikenal dengan produk cengkeh dan akrab disebut “Bumi Nyiur Melambai” ini. Bekerjasama dengan Pemprov, NSTB (Badan Promosi Pariwisata Sulut) dan berbagai industri wisata Sulut, KBRI Moskow ikut serta pada Pameran Internasional Wisata Bahari “Golden Dolphin” di Moskow pada tahun 2011- 2012. Dan penyelenggaraan forum pariwisata “The Beauty of North Sulawesi and Beyond” yang dirangkai dengan Pekan Kuliner dan Pentas Budaya di Moskow (2010).

Selain itu, KBRI Moskow akti mengirim travel writer dan tour operator Rusia untuk kegiatan Famtrip ke Sulawesi Utara pada 2009-2010-2011.

Sebelumnya, Suprianda H Ruru pernah ditempatkan di KBRI Budapest (2001-2005) dan KBRI Moskow (1995-1998). Selain itu, pernah pula ditugaskan di Kazakhstan, Turkmenistan, Kroasia, Macedonia dan Bosnia Herzegovina.

Sementara, selama bertugas di Kementerian Luar Negeri RI, diplomat kelahiran Kopenhagen 49 tahun yang lalu ini menangani masalah ekonomi dan kerjasama teknik, termasuk terlibat dalam kegiatan pelatihan capacity building untuk negara-negara Afrika, Pasifik, Timor Timur maupun Palestina.

Selain di Sulawesi Utara, Kementerian Luar Negeri RI selama ini pernah menugaskan pejabatnya tersebut sebagai tenaga perbantuan di beberapa provinsi Indonesia yaitu di Daerah Istimewa Jogjakarta, Papua dan Nanggroe Aceh Darussalam.

Suprianda H Ruru menggantikan Harvey Sendoh yang menempati tugas baru sebagai Sekretaris Kota Manado. @releace

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty