x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Dari Bela Diri untuk Bela Bangsa

Olah Raga Beladiri Yongmoodo di Indonesia Mulai Menggeliat

Senin, 21 Mei 2012 06:24 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Olah Raga Beladiri Yongmoodo di Indonesia Mulai Menggeliat - Dari Bela Diri untuk Bela Bangsa - Ketua Umum Bela Diri Yong Moo Do Letjen Gatot Bambang Nurmantyo

Ketua Umum Bela Diri Yong Moo Do Letjen Gatot Bambang Nurmantyo

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM : Pengukuhan kembali Pengurus pusat Yong moodo Indonesia periode 2012-2016 ini merupakan bagian dari upaya memenuhi kebutuhan organisasi Yongmoodo untuk lebih  mengoptimalkan pelaksanaan program kerja organisasi. Demikian yang di sampaikan Wakasad Letjend Budiman juga Pembina Yongmoodo Indonesia didampingi Danjen Kopassus Mayjen TNI Wisnu Bawa Tenaya, Presiden Yongmoodo Kim Byung Chun, Wadanjen Brigjen TNI Doni  Monardo, Pangkostrad Letnan Jendral TNI  M Munir, Kasdam Jaya Brigjen TNI  Edy Susanto saat  pengukuhan  Penguruus Pusat  Federasi Yongmoodo Indonesia di Gedung Nenggala Mako Kopassus Cijantung Jakarta Timur, beberapa waktu lalu.

”Sehubungan dengan itu saya ucapkan segenap pengurus pusat Yongmoodo Indonesia yang baru di lantik, saya yakin dengan kemampuan dan pengalaman yang di miliki para pengurus dapat membawa perubahan yang signifikan bagi pengembangan dan peningkatan prestasi  cabang olah raga Yongmoodo di tanah air kita,” kata Budiman.

Baca juga: CIMB Niaga hadirkan lari santai 5 KM, The Color Run dan Hakim nyatakan Neville tidak bersalah

Menurutnya, perlu dipahami bahwa tugas dan tanggung jawab sebagai pengurus olah raga beladiri Yongmoodo yang baru dikenalkan dan dikembangkan di Indonesia beberapa tahun belakang ini, membutuhkan suatu kesungguhan dan kerja keras. Disadarinya, pengukuhan kepengurusan ini merupakan wujud kepercayaan dan kehormatan yang harus selalu dijunjung tinggi dan dipegang teguh. Pejabat pengurus pusat memang tidak mudah, perlu suatu keikhlasan dan pengorbanan dalam rangka memajukan olah raga beladiri Yongmoodo ini.

”Oleh karena itu laksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai pengurus pusat Federasi  Yongmoodo Indonesia dengan sebaik-baiknya dilandasi pengabdian yang tulus dan ikhlas dan harus selalu kita ingat bahwa keberhasilan pembinaan atlit olah raga termasuk pembinaan olah raga bela diri Yongmoodo selain di tentukan oleh  potensi  atlit dan kemampuan atlit juga sangat di tentukan kerja keras pengurus dalam membina para pelatih maupun atlit dalam menjalankan  program kerjanya . Disinilah pentingnya peran dan aktivitas setiap pembina serta pengurus senantiasa melakukan upaya pembinaan latihan dengan baik,”jelasnya.

Sementara Ketua Umum Federasi Yongmoodo Indonesia Letnan Jenderal TNI Gatot Bambang Nurmantyo, menyatakan untuk mewujudkan bangsa Indonesia yang besar ini, pihaknya akan berusaha berbuat yang terbaik demi menghidupkan organisasi ini dan memberikan dukungan, masukan dan bantuan semua pihak agar organisasi Federasi Yong Moodo Indonesia dapat mewujudkan beladiri yang bertujuan untuk bela bangsa.

”Dimana  Yong Moodo memiliki tujuan positif melatih keberanian serta patriotisme kepada para prajurit sebagai garda terdepan pengamanan terhadap NKRI. Spesifiknya adalah olahraga gabungan dari beladiri perkelahian jarak dekat,” katanya.

Yong Moodo ini mengutamakan ketepatan, kecepatan dan kekuatan. Menurut Gatot, sudah 4 tahun ini berkembang, kerena prestasi Yong Moodo Indonesia ini sangat menggembirakan dengan menyabet juara umum no 2  Championship di Korea dengan 2 emas, 1 perak an 2 perunggu. Dengan demikian maka beladiri ini adalah beladiri militer, bukan berarti eksitensi beladiri lain-lainnya ada yang ada di Angkatan Darat dihapuskan, seperti silat, karate, aikido, yudo tetap ada. Petunjuk Kasad ke depan prajurit-prajurut TNI AD harus memiliki minimal 2 jenis bela diri.

”Beladiri Yong Moodo akan dikembangkan seluruh Indonesia yang nantinya dan semua berdiri sama yaitu wujudkan sifat maupun watak patriotisme. Kedepan diharapkan dengan beladiri maka seluruh masyarakat Indonesia ini dengan bela diri melaksanakan bela bangsa,” pungkasnya. @winarko

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty