Ist/Stand Sego Ludruk
LENSAINDONESIA.COM: Kuliner yang satu ini memang cukup berbeda dari yang lain. Selain unik, murah dan mudah dikenal, kuliner ini merupakan khas Jawa Timur, yakni Sego Ludruk.
Apalagi, Rianty Budiono yang akrab dengan panggilan Bu Yayang ini mempunyai konsep berbeda dalam menyajikan menu masakannya.
Baca juga: Restoran The Golden Saffron manjakan penggemar masakan India dan `Mie Tendang` sajikan perpaduan kikil sapi berkalsium tinggi dan mie
“Ide awalnya memang dari hobby memasak. Dan masih banyak makanan khas Jawa Timur yang belum banyak dikenal khalayak masyarakat luas, terutama di Surabaya. Untuk itu, saya memilih bahan dasar pembuatannya semua dari Jawa Timur,” ujarnya kepada LICOM, Kamis (24/5/2012).
Untuk mengolah makanan tersebut, Bu Yayang cukup memadukan delapan rasa bahan berbeda, yang disajikan dalam satu menu ciptaan sendiri. Diantaranya, ada delapan jenis. Seperti cumi hitam, tongkol suwir pedas, daging sapi pedas, pecel, tempe goreng tumis, oseng-oseng sayur kol dan buncis serta rempeyek untuk kriukannya.
“Semua paduan menu yang berbeda sengaja dipadukan untuk menambah rame rasa dan memunculkan karakter khas Jawa Timuran. Selain lucu dan menghibur, nama ludruk sendiri diambil dari icon daerah yang pernah menjadi legenda sebagai tarian khas Jawa Timur,” ungkapnya.
Di Surabaya, ada dua cabang yang sudah dibuka. Yakni, di Pasar Atom dan Food Court Eat and Eat Surabaya. @jefry
Berita Terkait:
12 menit yang lalu
15 menit yang lalu
19 menit yang lalu
33 menit yang lalu
39 menit yang lalu
50 menit yang lalu
60 menit yang lalu
1 jam yang lalu
1 jam yang lalu
12 jam yang lalu