x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



Jaminan untuk melindungi warga negara

Muhtar : konstitusi Indonesia Masih Lemah

Rabu, 30 Mei 2012 18:30 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Muhtar : konstitusi Indonesia Masih Lemah - Jaminan untuk melindungi warga negara -

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Fungsi konstitusi di Indonesia belum menjamin keberadaan kaum minoritas termasuk menimbulkan adanya ketidakadilan dari penyelenggaraan hukum di Indonesia.

Hakim MK, Akil Muchtar menyebut dari proses hukum yang berlangsung sejauh ini seringkali memarjinalkan kaum minoritas, sehingga menggambarkan demokrasi Indonesia yang seakan sebagai bahan eksperiman bagi petualang konstitusi dengan secara mudah mengingkari konsep demokrasi itu sendiri.

Baca juga: Gerindra mengutuk keras kasus pelecehan terhadap siswa JIS dan Saling klaim sebagai pengurus yang sah

“Fungsi konstitusi kita tdk cukup memberi jaminan bagi kaum minoritas akibat tadak memaknai keberadaan konstitusi. Contohnya banyak yang memarjinalkan kaum minoritas,” ujarnya dalam kongres 4 pilar kenegaraan MPR di gedung parlemen senayan Jakarta Rabu (30/5).

“Ditingkat elit yang dipertontonkan saat ini merebut kekuasaan. Demokrasi lebih sebagai eksperimen para petualang konstitusi dengan mudah mengingkarinya. Demokrasi juga menjadi lahan garapan kapitalis dengan sedemikian rupa,” tambahnya.

Relevansi Pancasila untuk pelaksanaan demokrasi di Indonesia saat ini juga menjadi dipertanyakan akil muhtar. Dimana hukum di Indonesia seringkali hanya berlaku adil terhadap proses hukum orang berduit. Hal ini berpotensi menuju kehancuran bangsa.

“Masih relevan ga pancasila utk kehidupan bgnsa ini berdemokrasi? Ini pertanyaan yang sàya nilai sudah stadium 3. Hukum berlaku adil bagi yang punya duit. Ketidakadilan menjadi sumbu pendek bagi kehancuran bangsa ini,” katanya.

Konstitusi juga sebut akil belum mengatur prioritas negarta memberikan perlindungan terhadap warga negaranya ketika terjadi masalah.

“Konstitusi juga tidak cukup beri jaminan bahwa warga negara dilindungi ketika terjadi rescue antara warga negara dengan negara tidak ada dalam prioritas konstitusi. Yang terdapat dalam konstitusi selama ini UU dan UUD boleh diuji,” ujarnya.SUCIATI

 


Editor: +Catur Prasetya

Menamatkan pendidikan S1 Sastra Inggris Universitas Dr. Soetomo, redaktur yang juga penghobi berat bulutangkis…

Facebook Twitter Google+ Index Berita 



code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty