x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Gawat, Impor Daging Sapi Perlu Dibatasi

Pasokan Daging Sapi Jelang Lebaran, Natal, dan Tahun Baru

Rabu, 30 Mei 2012 10:05 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Pasokan Daging Sapi Jelang Lebaran, Natal, dan Tahun Baru - Gawat, Impor Daging Sapi Perlu Dibatasi - Daging sapi impor

Daging sapi impor

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM : Sebanyak 4.000 ekor sapi lokal akan disiapkan guna memenuhi kebutuhan tersebut, terutama jelang Lebaran, Natal, dan Tahun Baru dan pasokan daging sapi di dalam negeri terus diupayakan oleh PD Dharma Jaya

Menurut Direktur Utama PD Dharma Jaya Zainuddin  meminta masyarakat untuk tidak perlu resah akan ketersediaan daging sapi di hari Raya Idul Fitri, Idul Adha, Natal, dan Tahun Baru. Untuk antisipasi hal tersebut, pihaknya telah bekerjasama dengan pengusaha sapi lokal dari Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca juga: Duh, 82 Kg daging campur formalin dijual di pasar Jakarta Timur dan Timses Jokowi-JK dan Prabowo-Hatta kompak copoti atribut kampanye

“Sekitar 4.000 ekor sapi akan dikirim ke tempat kami untuk buffer stock jelang Lebaran, Natal, dan Tahun Baru. Dengan ini, mudah-mudahan ketahanan pangan jelang hari besar tersebut dapat teratasi dengan baik,” kata Zainuddin saat di kantornya, di Jl Raya Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, Rabu (30/5/2012).

Ia mengakui, pembatasan impor daging sapi berimbas pada menurunnya aktivitas pemotongan sapi di tempatnya. Terbukti, belakangan ini, rata-rata hanya 50 ekor sapi yang dapat mereka potong per hari. Padahal biasanya bisa mencapai 200 ekor sapi.

“Ini (turunnya jumlah sapi yang dipotong, red) disebabkan berkurangnya pasokan sapi baik lokal maupun impor,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Zainuddin negara pengimpor menginginkan peraturan pemotongan sapi sesuai dengan yang diterapkan di negara mereka. Sekalipun, pemotongan sapi di rumah pemotongan hewan (RPH) sudah sesuai standar.

“Tentu, hal itu cukup menyulitkan para penyelenggara RPH, karena yang boleh memotong hewan tersebut hanya yang ditunjuk oleh pengimpor. Padahal tidak semua RPH mempunyai sertifikat tersebut,” pungkasnya. @winarko

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty