x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



Kebijakan 'Red Carpet' SBY

Mobil BUMN dan BUMD Wajib BBK, Ban Mobil Disemir Lho!

Jumat, 01 Juni 2012 05:53 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Mobil BUMN dan BUMD Wajib BBK, Ban Mobil Disemir Lho! - Kebijakan 'Red Carpet' SBY - Mobil Pertamina

Mobil Pertamina

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM : Berdasarkan kebijakan baru yang disampaikan SBY Selasa (29/5/2012) tentang BBM non Subsidi, Pertamina  pada Kamis (31/5) melaunching layanan ‘red carpet’ untuk konsumen BBK (Bahan Bakar Khusus) atau Non subsidi yang terdiri dari Pertamax, PertamaxPlus serta Dex di SPBU Coco Jemursari Surabaya.

Menurut GM Fuel Retail Marketing Region V, Afandi, layanan ini sudah ada di enam SPBU. Direncanakan, ditambah jumlahnya hingga dua bulan mendatang.

Baca juga: Wujudkan kedaulatan pangan, Gerindra akan cetak 2 juta lahan baru dan Kelurahan Malaka Jaya jadi pelopor kampung modern

“Layanan ‘red carpet’ diberikan karena Pertamina menyadari konsumen BBK harus membayar lebih mahal untuk membeli BBM non subsidi ini. Pengguna BBM non subsidi bisa langsung mengisi tanpa harus antri bercampur dengan kendaraan yang mengisi BBM bersubsidi,” jelasnya.

Adanya kebijakan bahwa mobil BUMN dan BUMD harus menggunakan BBM non subsidi yang memndorong Pertamina melaunching layanan ini. Kelebihan layanan ‘red carpet’ selain jalur antrian yang terpisah dari BBM subsidi, juga diberikan tambahan layanan berupa penyemiran ban serta pengecekan tekanan ban.

Selain itu, juga disediakan program promosi menarik seperti undian jalan-jalan ke luar negeri. Dengan adanya layanan ini, Afandi berharap ada penambahan sekitar 40 persen konsumsi BBM non subsidi dari volume yang ada saat ini.

Konsumsi BBM non subsidi di area yang dipimpinnya mencapai 100.000 liter per hari dengan konsumsi Dex baru 10 persen. Rendahnya konsumsi Dex menurutnya lebih disebabkan karena jumlah populasi mobil pengguna Dex yang memang masih terbatas.

Keenam SPBU yang sudah memiliki layanan ini yaitu SPBU 51.602.65 di Raya Jemursari, SPBU 54.601.09 di Raya Nginden, SPBU 54.601.80 di Ahmad Yani, SPBU 54.601.90 di Jalan Sumatera, SPBU 54.601.113 di Raya Merr Kalijudan dan SPBU 54.601.119 di Raya Boulevard Citraland. Setelah keenam SPBU ini, dalam dua bulan mendatang, akan ada 25 SPBU lagi di Jawa Timur yang juga memiliki layanan ini.@istikomah




code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty