x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



Sesuai Pengembangan Ahli Jantung

Seks Aman Bagi Penderita Penyakit Jantung

Jumat, 01 Juni 2012 22:25 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Seks Aman Bagi Penderita Penyakit Jantung - Sesuai Pengembangan Ahli Jantung - Ilustrasi.

Ilustrasi.

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Sakit jantung tak harus membuat kehidupan seksual Anda kering. Bagi penderita jantung yang baru keluar dari rumah sakit atau menjalani pengobatan, Anda bisa kembali menjalani kehidupan seks yang sehat.

Sekelompok ahli jantung tengah mengembangkan pedoman yang merekomendasikan penderita gangguan jantung dengan kondisi stabil dan tanpa komplikasi dapat melanjutkan aktivitas seksual dengan pasangannya dalam waktu seminggu hingga 10 hari.

Baca juga: Menstruasi tak teratur hingga masa remaja bisa disebut gejala PCOS dan Inilah Alasan Kenapa Pria Cenderung Mengantuk Setelah Bercinta

Seperti yang dilansir laman medindia baru-baru ini, pada Januari lalu American Heart Association (AHA) mengulas penelitian perihal aktivitas seksual

Disebutkan, jika pasien dapat melakukan olahraga ringan – seperti menaiki beberapa tangga – maka umumnya cukup sehat untuk beraktivitas seks.

Namun, AHA menekankan agar pasien mematuhi pedoman perawatan setelah pasien mengalami serangan jantung atau infark miokard akut (AMI), yang mencakup konseling pasien dan aktivitas seksual.

Studi baru menemukan bahwa pasien yang aktif secara seksual sebelum menderita serangan jantung, satu setengah kali lebih mungkin untuk kembali ke kehidupan seks, jika mereka menerima bimbingan atau nasihat yang tepat sebelum meninggalkan rumah sakit.

Umumnya, aktivitas seksual cenderung menurun pada perempuan maupun laki-laki selama setahun setelah serangan jantung atau AMI. Menurut peneliti hal itu disebabkan karena pasien tak menerima nasihat medis yang tepat.

Dalam sebuah survei terhadap 1.879 pasien serangan jantung, kurang dari setengah laki-laki dan sekitar sepertiga dari wanita mengingat instruksi tentang kapan harus menerima dengan aman kembali ke aktivitas seksual sebelum meninggalkan rumah sakit.

Setelah setahun, hanya 41% pria dan 24% wanita dilaporkan telah berdikusi dengan dokter mereka tentang seks karena serangan jantung.

Hasil dari penelitian ini sejalan dengan temuan awal yang dipaparkan pada konferensi AHA tahun 2010.

Penulis penelitian, Stacy Tessler Lindau, seorang associate profesor di bidang kebidanan dan ginekologi di Fakultas Kedokteran University of Chicago mengatakan penelitian ini menggarisbawahi perlu lebih banyak dokter untuk mengatasi seks sebagai bagian penting dari fungsi fisik secara keseluruhan, bahkan setelah peristiwa yang mengancam jiwa seperti serangan jantung.

“Dokter perlu memahami peran penting mereka dalam membantu pasien setelah mengalami AMI, menghindari rasa takut, dan tidak perlu khawatir tentang risiko kambuh atau bahkan kematian dengan kembali ke aktivitas seksual,” kata Lindau.

“Menerima bimbingan medis perihal melanjutkan kehidupan seksual sebelum keluar dari rumah sakit adalah prediktor utama dari pasien melanjutkan aktivitas seksual setelah setahun mengalami infark miokard akut. Untuk wanita, ini adalah satu-satunya prediktor yang signifikan,”katanya.

Beberapa studi telah menunjukkan bahwa seks bisa mengurangi ketegangan jantung. Manfaat ini jauh dari yang dipikirkan oleh awam. Ada pemahaman yang salah perihal seks setelah serangan jantung. Kondisi ini semakin kompleks karena ada beberapa adegan film yang mendramatisir kehidupan seksual penderita jantung.

Pada kenyataannya, hanya sekitar 1% dari semua serangan jantung terjadi saat berhubungan seks. Kurang dari 1% orang yang selamat dari serangan jantung meninggal karena hubungan seks.

“Studi ini dapat membantu dokter menjawab masalah yang selama ini enggan dibahas,”kata penulis penelitian Profesor Harlan Krumholz dari Fakultas Kedokteran Yale University.

“Studi ini menunjukkan bahwa umumnya laki-laki dan hampir setengah dari perempuan pasien serangan jantung aktif secara seksual,” tambah Lindau.

Penelitian kehidupan seksual di antara pasien jantung ini dipublikasi di American Journal of Cardiology.LI-07




code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty