x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Jelang Pilgub DKI

Sang Murabbi Akhirnya Akui Kehebatan Bung Karno

Sabtu, 02 Juni 2012 15:29 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Sang Murabbi Akhirnya Akui Kehebatan Bung Karno - Jelang Pilgub DKI - Mantan Ketua MPR Hidayat Nur Wahid saat masih menjadi anggota DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta. *ist

Mantan Ketua MPR Hidayat Nur Wahid saat masih menjadi anggota DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta. *ist

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Bung Karno sebagai founding father sosok negarawan yang luar biasa, karena beliau masih mendengarkan pendapat ahli tata bahasa dalam penempatan kata demi kata dalam perumusan ideologi negara Pancasila.

Demikian ungkap calon Gubernur DKI Jakarta bernomor urut 4, Hidayat Nur Wahid saat Diskusi Peringatan Hari Lahir Pancasila yang diselenggarakan oleh Dewan harian nasional badan penerus pembudayaan
kejuangan ’45 pimpinan Jendral (Purn) TNI Tyasno Sudarto di Gedung Joeang ’45, Jakarta.

Baca juga: PKL Palmerah Pasrahkan Nasib-nya ke Jokowi dan Dua Hari Lagi KPU DKI Jakarta Tetapkan Gubernur

Diskusi dengan tema Pancasila Sebagai Pedoman Kepemimpinan dihadiri para Cagub dan Cawagub DKI Jakarta, diantaranya Nachrowi Ramli, Basuki Purrnama, Ariza Patria dan Hidayat Nur Wahid.

“Pemimpin DKI harus bisa mndengarkan rakyatnya, karakter yang teruji dan terpuji dan selama hidupnya mengamalkan pancasila,” kata Hidayat Nur Wahid yang juga pernah memimpin lembaga tinggi negara, MPR ini kepada LICOM di jakarta, Jum’at (01/06/2012).

Menurutnya, Pemimpin yang ideal adalah Pemimpin yang adil dan bijaksana serta merakyat artinya pemimpin harus dekat dengan rakyat dan memahami persoalan

“Pemimpin kita kadang rela menjual bangsa asal tetap berkuasa. Dan yang perlu diperhatikan adalah pemimpin harus jujur dan tidak boleh bohong, pemimpin boleh salah tapi tidak boleh bohong,” kata Dewan harian nasional badan penerus pembudayaan kejuangan ’45, Jendral (Purn) TNI Tyasno Sudarto mengingatkan.

Ditempat sama, Cawagub Ariza Patria mengatakan bahwa Pancasila sebagai perekat persatuan bangsa hendaknya tidaklah hanya diperingati hari lahirnya, namun yang terpenting sejauh mana kita mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. @hidayat

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty