x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



Nyaris Ditutup Karena Tak Mampu Penuhi Quota Siswa

SMKN 9, Sekolah Kesenian Jatim Dengan Segudang Prestasi

Senin, 04 Juni 2012 16:25 WIB (2 years yang lalu)Editor:
SMKN 9, Sekolah Kesenian Jatim Dengan Segudang Prestasi - Nyaris Ditutup Karena Tak Mampu Penuhi Quota Siswa - Kegiatan siswa di SMKN 9 /*anne

Kegiatan siswa di SMKN 9 /*anne

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM : Setelah sempat nyaris ditutup oleh pemerintah kota Surabaya karena kekurangan siswa didik, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 9 Surabaya yang dulu bernama Sekolah Menengah Kesenian Indonesia (SMKI).

Kini sekolah itu  kembali berusaha mengibarkan namanya di Surabaya melalui pameran pendidikan yang digelar Dinas Pendidikan Kota Surabaya di Jatim Expo Internasional pada 2-5 Juni mendatang.

Diungkapkan salah seorang guru bahasa Inggris, Tri, satu-satunya sekolah kesenian di Jatim ini nyaris ditutup karena tidak mampu menghadirkan murid pada jurusan karawitan.

“Waktu itu, tidak ada murid yang mendaftar jurusan karawitan karena memang jurusan ini sulit dan jarang diminati. Nah karena persoalan tersebut, sekolah kita terancam ditutup. Beruntung, kemudian kita masih diberikan tenggang waktu karena persoalan ini menjadi kontroversi di kalangan seniman Jawa Timur. Akhirnya kami diberi kesempatan untuk mencari siswa untuk jurusan karawitan,” paparnya. Senin (04/06).

Meski mengusung embel-embel kesenian, mata pelajaran yang diterima siswa-siswa di sekolah dengan segudang prestasi ini, sama dengan mata pelajaran di sekolah-sekolah umum lainnya.

“Mata pelajaran yang diterima siswa SMKN 9 sama dengan siswa di sekolah lainnya. Hanya, mereka diberi beban tambahan mata pelajaranlain sesuai jurusan yang mereka ambil. Misalnya musik, tari, teater, karawitan, pedalangan, dan lainnya,” ujar Tri.

Soal prestasi, jangan ditanya. Dengan sangat antusias, salah seorang siswa kelas II musik 2, Novita Putri Sugianto menceritakan pengalaman siswa-siswa SMKN 9 yang acapkali ditolak berbagai kompetisi musik tingkat pelajar di Surabaya karena terlalu sering menjadi juara.

“Sering ketika kita daftar terus ditolak. Katanya karena dari SMKI, sudah sering juara,” ungkapnya.

Tapi, lanjutnya, hal tersebut tidak mematahkan semangat belajar kita.

“Jurusan pedalangan tidak jauh membanggakan. Salah seorang siswanya, pernah dikirim kelima negara di Benua Eropa sebagai delegasi dalang cilik,” katanya.

Disini, tambah Novita, gaya mengajar guru di SMKN 9 sangat berbeda dengan sekolah lain.

“Kita belajar dengan ceria dan tanpa tekanan. Kadang-kadang lesehan, atau belajar di luar kelas. Pokoknya asyik deh,” tukasnya.@anne


Editor: +Rizal Hasan

RIZAL HASAN has been a reporter for more than 12 years, now he as…

Facebook Twitter Google+ Index Berita 




code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty