x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



RSBI Hanya Bedakan Si Miskin dan Si Kaya

Hendarjie: Sekolah RSBI Hanya Dinikmati Kalangan Elite

Selasa, 05 Juni 2012 01:15 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Hendarjie: Sekolah RSBI Hanya Dinikmati Kalangan Elite - RSBI Hanya Bedakan Si Miskin dan Si Kaya - Calon Gubenur DKI, Hendardji Supandji.

Calon Gubenur DKI, Hendardji Supandji.

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Sulitnya bagi masyarakat miskin untuk menikmati pendidikan berkualitas seperti sekolah rintisan, sekolah bertaraf international (RSBI), masih saja terjadi di beberapa sekolah RSBI di Jakarta.

Menurut calon gubernur dari pasangan jalur independen, Hendardji Supandji mengatakan, bahwa banyak siswa berprestasi yang tidak bisa menikmati RSBI. Itu dikarenakan mahalnya biaya pendaftaran, sehingga hal itu membuat harapan semua para calon siswa yang berasal dari kalangan miskin pupus dan tidak bisa mendapatkan sekolah idamannya.

Baca juga: Jika Terpilih, Nachrowi Siap Dampingi Foke Pimpin Jakarta dan Kunjungan Jokowi Disambut Hangat Warga Kalibata

“Mengenai adanya sisiwa yang tidak bisa ikut ujian karena belum melunasi SPP, itu adalah tindakan dikriminatif terhadap siswa yang kurang mampu,” ujarnya, saat ditemui LI.com di Posko Gunawarman no 25, Senopati Kebayoran Baru, Jaksel, Senin (4/6/12).

Terkait soal prasana yang ditingkatkan, Hendarjie yang biasa disapa Bang Ajie menjelaskan, bahwa dengan adanya kelempok setiap satu kelas menjadi 50 orang siswa, tidak akan optimal. “Justru itu hanya membuat siswa menjadi tidak konsentrasi,” ujarnya.

Selain itu, Bang Adjie menambahkan, dengan satu kelas berjumlah 25 orang maka akan memberikan peluang bagi guru honorer guru menjadi guru tetap. Namun Bang Adjie menyebutkan, sikap diskriminasi di dunia pendidikan masih sering terjadi, misalnya, bagi siswa yang kurang mampu tidak sepenuhnya menikmati pelayanan seutuhnya untuk bisa masuk ke sekolah RSBI tersebut dikarenakan terbatasnya biaya .

Ditanya apakah sekolah RSBI bisa memberikan ruang bagi siswa kurang mampu? “Dengan adanya sekolah RSBI, sama saja memisahkan jurang antara si kaya dan si miskin,” tegasnya.

Ia juga menegaskan, adanya sekolah RSBI tidak menjamin jika muridnya memiliki kualitas yang bagus.@Ags




code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty