x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Selamatkan Aset Pemkot, Kejari Surabaya Didemo Puluhan Massa

Kasus Korupsi “Mandeg”, EJCWO “Paksa” Kejari Adili Bambang DH

Rabu, 06 Juni 2012 20:20 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Kasus Korupsi “Mandeg”, EJCWO “Paksa” Kejari Adili Bambang DH - Selamatkan Aset Pemkot, Kejari Surabaya Didemo Puluhan Massa - Puluhan massa EJCWO demo Kejari.

Puluhan massa EJCWO demo Kejari.

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Mandegnya kasus dugaan korupsi di Kejari Surabaya yang dilakukan Bambang DH dan sejumlah pejabat pemkota Surabaya dengan melibatkan PT Tunjungan City Hope Full (TCHF), kembali disorot LSM EJCWO (East Java Coruption Watch Organisation). Untuk menuntut kelanjutan kasus tersebut, puluhan massa pendemo dari EJCWO yang dipimpin Miko Saleh mendatangi kantor Kejari Surabaya.

Aksi berlangsung tertib dan aman, karena cukup dengan menggelar orasi dan massa membentangkan beberapa spanduk berukuran besar yang berisi tentang dukungan kepada Kejaksaan agar segera membawa para koruptor di Surabaya yang terkait dengan sewa menyewa gedung Siola yang merupakan aset Pemkot Surabaya untuk segera di seret ke meja pengadilan.

Baca juga: Kejati Jatim segera beri polisi petunjuk terkait peran Bambang DH dan 15 Kejari di Jawa Timur dapat rapor merah

Indikasi kebocoran di kas umum milik Pemerintah Daerah Kota Surabaya sangat jelas, karena PT Tunjungan City Hope Full ternyata telah mengalihkan sewa tanah dan bangunannya kepada pihak Lotte Korea dengan keuntungan sepuluh kali lipat yakni harga 40 ribu/meter/bulan, padahal hanya mendapatakan harga sewa yang hanya 11 ribu/meter/bulan dari pemkot Surabaya yang dalam hal ini adalah Walikota Bambang DH.

Seperti diberitakan beberapa media, perjanjian sewa menyewa antara Bambang DH dan PT Tunjungan City Hope Full antara lain :

1. Untuk Gedung White Away (SIOLA) dibuat pada hari Rabu tgl 12 Mei 2010 dengan nomer : 593/2495/436.6.18/2012 perjanjian nomor 01/PERJ-TCHF/V/2010

2. Untuk tanah dan bangunan pertokoan Tunjungan Centre di buat pada hari Selasa tgl 6 Juli 2010 dengan nomer 640/3501/436.6.18/2010 perjanjian nomer 03/PERJ-TCHF/V/2010

3. Untuk Jembatan penyeberangan dan pertokoan yang terletak diatas Jl Tunjungan dan Jl tanjung anom dibuat hari Selasa tgl 6 Juli 2010 dengan nomer 631/3502/436.6.18/2010

Dalam tiga perjanjian tersebuat tertuang pasal yang memuat tentang kewajiban para pihak penyewa untuk dilarang menyewakan kembali atau mengalihkan pemanfaatan obyek sewa kepada pihak lain tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari pihak pertama (pemkot Surabaya).

Ternyata aset itu kini telah beralih kepada pihak lain diluar perjanjian, sehingga keberadaan Bambang DH yang kala itu sebagai Walikota dan bertindak atas nama pemkot Surabaya terindikasi kuat terlibat dalam kasus pengalihan sewa menyewa ke pihak lain yakni LOTTE KOREA yang ternyata dengan harga yang jauh lebih mahal (berlipat-lipat).

Dalam hal ini, Pemkot Surabaya sebagai pihak pertama yang menyewakan terkesan “sengaja dibuat Rugi” oleh Bambang DH sebagai Walikota, sehingga hasil sewa yang tinggi dari pihak ketiga yakni Lotte Korea sangat mungkin dinikmati kedua pihak antara Bambang DH sebagai pribadi dan PT Tunjungan City hope Full.

EJCWO yang merasa sebagai bagian dari anak bangsa dan peduli terhadap kelangsungan pemerintahan daerah khususnya kota Surabaya merasa tidak rela dan sekaligus menuntut agar aparat hukum Negara yang dalam hal ini pihak Kepolsian, Kejaksaan dan KPK segera mengusut secara tuntas dengan memulai penyelidikan dan penyidikan kepada siapapun yang terlibat dan terkait untuk bisa segera diseret ke pengadilan dan jika terbukti segera untuk di penjarakan.

Perwakilan masa yang terdiri dari unsur ketua dan pengurus EJCWO diterima Kuncoro Asintel dan Cahyo Kasipidsus Kejari Surabaya. Dalam pertemuan itu, terjadi dialog interaktif seputar kelanjutan penyelidikan Kasus SIOLA yang melibatkan Bambang DH mantan orang nomor satu di oKta Surabaya yang kini masih aktif menjadi wakil wlikota.

“Mewakili rakyat kota Surabaya, kami dari EJCWO menanyakan sejauh mana proses hukum soal kasus dugaan korupsi transaksi sewa menyewa gedung SIOLA yang kabarnya sudah beberapa kali memanggil saksi dari unsur pejabat di lingkungan pemkot Surabaya,” tanya Eddy Sekretaris EJCWO.

Dengan tegas, Kuncoro Asitel Kejari Surabaya mengatakan bahwa pihaknya memang sudah pernah memanggil 8 orang pejabat pemkota Surabaya terkait kasus SIOLA, namun dirinya mengaku masih perlu tambahan data untuk bisa melanjutkan dan manaikkan ke tingkat penyidikan.

“Kami atas nama Kajari mengucapkan terima kasih kepada EJCWO atas dukungannya, dan kami berharap agar EJCWO bisa memberikan tambahan materi kepada kami atas temuannya, sehingga kami bisa melakukan tugas dengan baik yakni profesional dan proporsional,” Ucap Cahyo.(6/6/12)

Sementara Miko Saleh saat diwawancari beberapa wartawan mengatakan, dirinya tetap akan mengawal kasus SIOLA hingga tuntas karena menyangkut aset keuangan negara.

“Tidak ada tempat untuk koruptor di kota Surabaya, kami akan mengawal kasus ini hingga benar-benar tuntas, dan siapapun yang terbukti bersalah harus dimasukkan ke penjara tanpa pandang bulu,” ucap Miko tegas.

Setelah bersepakat untuk saling berkomunikasi memberikan dukungan data terkait kasus dugaan korupsi pada transakasi sewa menyewa lahan dan gedung SIOLA, akhirnya massapun membubarkan diri dengan tertib.LI-07

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty