x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Dugaan Korupsi Pembangunan Dermaga Trestle Kubangsari

Diperiksa KPK 8 Jam, Wakil Walikota Cilegon Bungkam Soal Anggaran

Kamis, 07 Juni 2012 00:29 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Diperiksa KPK 8 Jam, Wakil Walikota Cilegon Bungkam Soal Anggaran - Dugaan Korupsi Pembangunan Dermaga Trestle Kubangsari - Ist/Wakil Walikota Cilegon, Edi Hariad

Ist/Wakil Walikota Cilegon, Edi Hariad

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Setelah menjalani pemeriksaan kurang lebih 8 jam di KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), Wakil Walikota Cilegon, Edi Hariadi, akhirnya keluar dari Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Rabu (6/6/2012). Dia kali ini diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Dermaga Trestle Kubangsari, Cilegon TA 2010.

Dalam keterangannya, Edi mengatakan, dalam pemeriksaan dirinya dicecar oleh penyidik KPK soal tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) sebagai Ketua Tim Anggaran.

Baca juga: Perahu wisata tenggelam di Cibinong, dua penumpang hilang dan PBHI Jkt: Agung Podomoro peralat Brimob caplok lahan petani Karawang

“Cuma ditanya soal Tupoksi. Saya kan dulu Ketua Tim Anggaran. Tapi diakhir mau selesai,” ujar Edi kepada wartawan usai menjalani pemeriksaan di KPK, Rabu (6/6/2012).

Namun, ketika ditanya soal proses penganggaran proyek yang diduga merugikan negara senilai Rp 11 miliar tersebut, dia enggan memberikan jawaban.

Diketahui, KPK sudah memeriksa sejumlah saksi, yaitu Direktur Pelindo II Richard Joost Lino dan Direktur Utama PT Krakatau Steel Fawzar Bujang. Selain itu, beberapa anggota DPRD Kota Cilegon juga diperiksa sebagai saksi atas kasus ini.

Sebelumnya, Aat Syafaat, Walikota Cilegon sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus ini. Aat menjabat Walikota Cilegon periode 2005-2010.

Sementara itu, Aat diduga memperkaya diri atau orang lain dalam proyek Dermaga Kubangsari. Atas kasus ini negara dirugikan sekitar Rp 11 miliar. Dan pengerjaan pembangunan dipegang oleh PT Galih Medan Perkasa (GMP).

Aat diduga telah melanggar pasal 2 ayat 1 jo pasal 3 Undang-undang No.31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Proyek Dermaga Kubangsari berawal dari nota kesepahaman antara Pemerintah Kota Cilegon dengan PT Krakatau Steel mengenai tukar guling lahan. @agus

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty