x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



Terbukti Biang Pencemaran Kali Surabaya

Buang Limbah ke Sungai, BLH Jatim Stop Operasi PG Gempolkrep

Sabtu, 09 Juni 2012 16:12 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Buang Limbah ke Sungai, BLH Jatim Stop Operasi PG Gempolkrep - Terbukti Biang Pencemaran Kali Surabaya - Petugas BPLH Propinsi Jawa Timur mengambil sampel air di DAS Kali Brantas Mojokerto

Petugas BPLH Propinsi Jawa Timur mengambil sampel air di DAS Kali Brantas Mojokerto

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Pengambilan sempel air yang dilakukan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Jawa Timur beberapa waktu lalu di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Brantas Mojokerto akibat pencemaran dari perusahaan yang membuang limbah tidak sesuai baku mutu, menuwai hasil.

Dari hasil lab sempel air beberapa perusahaan yang diambil beberapa waktu lalu, terbukti ada tiga perusahaan yang terbukti melakukan pembuangan limbah yang tidak sesuwai dengan baku mutu. Yakni PG Gempolkrep, PT Tjiwi Kimia perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan kertas dan PT Alu Aksara Pratama Mojokerto yang bergerak di bidang produksi tepung.

Baca juga: Pengembangan PLTMH Seloliman terkendala SDM dan Pelajar SMP diperkosa ramai-ramai 10 pria di sawah

Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Jawa Timur melarang Pabrik Gula Gempolkrep beroperasi selama 3 hari. Sebab, limbah pabrik gula ini sudah mencemari Kali Surabaya diluar batas. Sedangkan untuk dua perusahaan pencemar lainnya yakni PT Tjiwi Kimia dan PT Alu Aksara Pratama masih dimaafkan, dan hanya dikenakan sanksi tertulis. Kendati begitu, Pemrov Jatim tetap akan menghentikan operasional PT Tjiwi Kimia dan Alu Aksara bila tak segera melakukan perbaiak pengolahan limbah.

Gubernur Jawa Timur Soekarwo pun mengakui bahwa PG Gempolkrep memiliki track record buruk pengolahan air limbah. Bahkan kali ini, PG Gempolkrep telah membuang limbahnya hingga 10.000 kali pada hari pertama, sedangkan hari kedua
dan ketiga membuang limbahnya hingga 5.000 kali.

“Saya tegaskan, penghentian produksi. PG Gempolkrep tidak boleh produksi. Kalau tidak produksi berarti kan tidak membuang limbah,” ujar Indra Wiragana, Kepala Dinas Badan Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur.

“Uji lab kami fokuskan pada BOD-kebutuhan oksigen biologi dan COD-kebutuhan oksigen kimia. Untuk BOD, sesuai baku mutunya sebesar 60 mg/liter. Namun hasil uji lab dari PG Gempolkrep sebesar 2.742 mg/liter. Sedangkan COD sesuai baku mutunya sebesar 100 mg/liter, namun hasil uji labnya mencapai 5.533 mg/liter,” jelasnya.

Indra mengatakan, meskipun PG Gempolkrep adalah perusahaan milik negara, pihaknya tidak akan segan-segan mencabut izin produksinya. Namun, pencabutan izin itu tidak mudah, karena perlu berkoordinasi dengan instasi
terkait. Tapi, jika masih melakukan pelanggaran lagi, pihaknya tidak main-main akan memproses pidana dan sesuai peraturan yang berlaku, perusahaan yang mencemari wajib melakukan pemulihan lingkungan atau memperbaiki kualitas Kali Surabaya.*wind




code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty