x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Desak Revisi UU Tipikor

Gepak: Koruptor Harus Dihukum Mati

Sabtu, 09 Juni 2012 00:27 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Gepak: Koruptor Harus Dihukum Mati - Desak Revisi UU Tipikor - Ist/Ilustrasi koruptor dihukum mati

Ist/Ilustrasi koruptor dihukum mati

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Gerakan Pemuda Anti Korupsi (Gepak) terus mendesak pemerintah agar merubah UU Tipikor, dengan sanksi hukuman minimal seumur hidup dan maksimal hukuman mati. Hal itu penting dilakukan sebagai efek jera bagi para koruptor.

Hal itu disampaikan Ketua GEPAK, Thoriq Mahmud saat membuka Kongres ke I Gerakan Pemuda Anti Korupsi (Gepak) di Jakarta, Jumat (8/6/2012).

Baca juga: 15 Kejari di Jawa Timur dapat rapor merah dan Kejati bentuk tim khusus usut dugaan korupsi Inspektorat Jatim

“Untuk memberantas korupsi harus ada upaya yang keras. Kami mendesak ada hukuman mati terhadap pelaku korupsi,” kata dia.

Selain pemberian sanksi berat, lanjut Thoriq, untuk mencegah korupsi upaya menumbuhkan tata kehidupan masyarakat yang transparan dan akuntable perlu terus dilakukan. Kata Dia, Dampak dari kejahatan korupsi lebih berbahaya dari kejahatan teroris. “Koruptor telah membunuh rakyat Indonesia secara perlahan,” tandasnya.

Thoriq menambahkan, Gepak yang lahir tiga tahun lalu itu, fokus pada upaya pencegahan korupsi. Pencegahan dilakukan dengan menggelar bermacam kegiatan pendidikan anti korupsi. Hal itu dilakukan mulai dari sasaran siswa di sekolah-sekolah. “Itu dilakukan untuk memotong generasi yang korup,” katanya.

Kongres ke-1 Gepak yang di gelar di Gd. Pusdiklat Mensesneg, Jakarta selatan itu, salah satunya digelar untuk mematangkan program pendidikan anti korupsi. Dalam kongres tersebut, rencananya juga akan memutuskan, bahwa Gepak akan mewacanakan ‘Sumpah Pemuda Jilid Dua’.

Hadir dalam pembukaan kongres itu wakil dari KPK, yakni Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK, Dedi Arahin. @rama

 

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty