x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



Komisi IX Janji Panggil Pihak Manajemen

Serikat Pekerja Astra Mengadu ke DPR soal Outsourcing dan Kontrak

Selasa, 12 Juni 2012 04:54 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Serikat Pekerja Astra Mengadu ke DPR soal Outsourcing dan Kontrak - Komisi IX Janji Panggil Pihak Manajemen - Ilustrasi movie India berjudul "Outsourced". *ist

Ilustrasi movie India berjudul "Outsourced". *ist

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Organisasi serikat pekerja FSPMI dari grup PT. ASTRA OTOPARTS di Bogor, mendatangi KOMISI IX DPR RI untuk
mengadukan masalah Outsourcing dan PKWT (karyawan kontrak) di perusahaan Astra. Rombongan FSMI ini mengadukan terjadi penyimpangan ketentuan UU No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Meski demikian, serikat pekerja ini menyebutkan dua anak perusahaan PT. Astra Otoparts di Bogor, komposisi karyawan tetap (PKWTT) hanya 30 % dari total karyawan. Sisanya, karyawan Outsourcing & PKWT (kontrak).

Baca juga: KSPI: Presiden & instansi terkait harus taat pada hukum yang berlaku dan Pekerja outsourcing BUMN desak diangkat jadi pegawai tetap

Padahal, menurut mereka, jika mengacu UU No 13 tahun 2003, seharusnya perusahaan tidak boleh menggunakan karyawan PKWT (kontrak). Termasuk, pekerja outsourcing yang tidak memiliki
kontrak kerja tertulis.

Pengaduan mereka diterima anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Ir Rudianto Tjen (Kapoksi PDI P), dan Rieke Diah Pitaloka (Anggota Komisi IX DPR RI. Selain itu, juga ada Ketua Pokjanakertrans Komisi IX DPR RI, Arif Minardi dari Fraksi PKS.

Para anggota dewan itu, sepakat dan berjanji segera mengagendakan rapat dengar pendapat dengan mengundang pihak-pihak terkait. “Diupayakan secepatnya dalam minggu-minggu ini,” jelas Rudianto.

Dalam hukum harus menjadikan karyawan tetap, pemberi kerja (PT.Astra Otoparts). Dan, hampir semua karyawan outsourcing bekerja pada lini utama produksi (core bussines). “Ini sudah bertentangan dengan ketentuan Pasal 66 UU 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan,” papar wakil dari FSPMI.

Serikat pekerja meminta Komisi IX segera memanggil memanggil manajemen PT. Astra Otoparts Tbk, Manajemen PT. Astra Internasional Tbk, Dirjen Pengawas Ketenagakerjaan Kemenakertrans RI, Disosnakertrans Kabupaten Bogor, Komisi D Ketenagakerjaan DPRD Kabupaten Bogor, dan pihak terkait.

Pihak serikat pekerja ini juga menyebutkan, jika perusahaan tidak mengangkat karyawan PKWT & karyawan Outsourcing untuk jadi karyawan tetap (PKWTT), maka semua karyawan PT. Astra otoparts, dan akan melakukan Mogok Kerja.

“Rencana mogok kerja akan dilaksanakan Selasa, 19 Juni 2012 sampai 31 Juli 2012. Permasalahan masih soal Ketenagakerjaan di PT.Astra Otoparts Bogor,” jelasnya.

Perwakilan Serikat Pekerja yang ikut mengadu; Willa Faradian
(Ketua PUK SPAMK FSPMI PT. Astra Otoparts Tbk Divisi Adiwira Plastik), Angga Sumirat (Wakil Ketua PUK SPAMK FSPMI PT.Astra Otoparts Tbk Divisi Adiwira Plastik), Anawi (Ketua PUK SPAMK FSPMI PT.Federal Izumi Manufacturing).

Selain itu, juga ada Agung Januarso (PUK SPAMK FSPMI PT.Astra Otoparts Tbk Divisi Adiwira Plastik), Purwanto (PUK SPAMK FSPMI PT.Astra Otoparts Tbk Divisi Adiwira Plastik, Dwi Hartanto (Garda Metal PUK SPAMK FSPMI PT.Astra Otoparts Tbk Divisi Adiwira Plastik).

Saat mengadu ke DPR itu, mereka didampingi Direktur Lembaga
Bantuan Hukum FSPMI Jamsari SH, anggota LBH FSPMI Jawa Barat Nyumarno. @agus irawan




code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty