Logo Interpol
LENSAINDONESIA.COM: Sri Lanka telah meluncurkan layanan Interpol terintegrasi di Asia Selatan yang pertama. Pengumuman hal itu ditayangkan di situs Kementerian Pertahanan negeri tersebut pada Selasa (12/6/2012).
Upacara peluncuran Database Integrasi Layanan Interpol Sri Lanka dengan Sistem Kontrol Perbatasan Imigrasi dipimpin oleh Menteri Pertahanan Gotabaya Rajapaksa, tulis pengumuman tersebut.
Baca juga: Vietnam terapkan pembatasan TV kabel berbayar dan Jepang kirim utusannya ke Korut untuk buka jalur perundingan
Layanan ini adalah yang terbesar di Asia Selatan dan diharapkan dapat memfasilitasi identifikasi serta pelacakan kejahatan lintas batas. Proyek ini akan dilaksanakan oleh Departemen Imigrasi dan Emigrasi Kepolisian Sri Lanka.
Sistem ini mampu menyimpan dokumen perjalanan yang dicuri atau hilang dan informasi nominal yang berisi catatan kriminal internasional yang dikenal dengan foto-foto dan sidik jari, dan bahkan dapat digunakan secara online atau offline.
Sistem yang dimulai pada tahun 2004 saat ini mempunyai 32 juta catatan pada file dan pada November 2011, 600 juta pencarian dilakukan pada database. Sebanyak 187 negara dari seluruh dunia yang terhubung ke sistem Interpol hingga saat ini. ixn/srn
Berita Terkait:
2 menit yang lalu
10 menit yang lalu
12 menit yang lalu
21 menit yang lalu
24 menit yang lalu
33 menit yang lalu
36 menit yang lalu
48 menit yang lalu
1 jam yang lalu
1 jam yang lalu