Perjuangan Kretek Bukan Semata Pembelaan Atas Industri

Biar Tak Dizalimi, 400 Petani Tembakau Ikuti Pendidikan Politik

Editor: | Kamis, 14 Juni 2012 23:00 WIB, 346 hari yang lalu



Biar Tak Dizalimi, 400 Petani Tembakau Ikuti Pendidikan Politik - Perjuangan Kretek Bukan Semata Pembelaan Atas Industri - Petani tembakau.

Petani tembakau.


LENSAINDONESIA.COM: Tak kurang dari 400 orang petani tembakau mengikuti pendidikan politik dan organisasional. Mereka berasal dari berbagai daerah sentra tembakau di Jawa Tengah, yaitu eks Karesidenan Kedu dan Banyumas, eks Karesidenan Surakarta dan sekitarnya, eks Karesidenan Semarang, dan wilayah Pantura. Menyusul kemudian dari sentra-sentra tembakau Jawa Timur, misalnya Lamongan, Bojonegoro, Blitar, Malang, Magetan, Pacitan, daerah Tapal Kuda, dan Madura.

Program yang diselenggarakan oleh KNPK (Koalisi Nasional Penyelamatan Kretek) dan APTI (Asosiasi Petani Tembakau Indonesia) ini terbagi dalam tujuh gelombang di tujuh kota, yakni Magelang, Surakarta, Ungaran, Bojonegoro, Blitar, Lumajang dan Sumenep. Dimulai sejak tanggal 2 Juni hingga 1 Juli 2012, pendidikan petani tembakau ini telah masuk pada gelombang ketiga, yang diselenggarakan di Ungaran, Jawa Tengah.

Baca juga: Harga tembakau di Madiun anjlok dan DPR akhirnya 'pasang badan' pertahankan industri kretek agar tidak dimatikan

“Serangan sistematis terhadap tembakau dan kretek Indonesia menjadi landasan pemikiran kami untuk menyelenggarakan program serius ini,” kata ketua panitia, Zulvan Kurniawan, yang merupakan anggota Komunitas Kretek sekaligus Koordinator KNPK. “Kami harus membela diri terhadap serangan itu. Maka, karena selama ini salah satu pihak yang paling terzalimi adalah petani tembakau, petani harus mendapatkan amunisi pemahaman yang utuh atas apa yang sesungguhnya tengah berlangsung.”

Selain pemahaman atas konstelasi global dan lokal, upaya pembunuhan atas kretek Indonesia, imbuh Zulvan, para petani juga mendapatkan materi tentang tembakau dalam hukum di Indonesia, seluk-beluk kampanye antitembakau, serta pengetahuan organisasional. Dengan semua itu, diharapkan gerak langkah perlawanan juga dapat berjalan secara lebih taktis dan tertata rapi.

Dihubungi via telepon, Alfa Gumilang, Sekjen Komunitas Kretek, menyambut baik program pendidikan petani tembakau yang diselenggarakan KNPK dan APTI. “Mantap sekali. Paling tidak ini menjadi bukti atas dua hal. Pertama, perjuangan kretek bukan semata pembelaan atas industri. Kedua, perjuangan kretek tidak hanya menjadikan petani tembakau sebagai aset politik semata, melainkan juga memposisikan mereka benar-benar sebagai salah satu elemen utama yang membela diri dengan kesadaran penuh.” Terang Alfa.

Bagi yang ingin mengikuti perkembangan dari waktu ke waktu tentang proses pendidikan petani tembakau ini, dapat mengikuti tagar #PendidikanPetaniTembakau di Twitter, yang dipandu oleh Puthut EA, salah seorang pemateri.@Hidayat



Berita Terkait:




KODAK

VIDEO