Presiden SBY.
LENSAINDONESIA.COM: Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta kader yang melanggar garis politik Partai Demokrat untuk mundur dari keluarga besar Partai Demokrat.
“Sebagai penggagas dan pendiri Partai Demokrat, komitmen saya tetap. Garis politik saya tetap. Kita harus menjalankan politik yang cerdas, bersih dan santun,” tegas SBY, saat memberikan pidato dalam acara Silaturrahmi Pendiri dan Dekralator Partai Demokrat di Hotel Sahid Jakarta, Rabu (13/06).
Baca juga: Buntut KLB Partai Demokrat, SBY cs digugat Tridianto Rp 999.999,00 dan Ahli antikorupsi AS diusir dari Moskow
Garis poltiik inilah, lanjut SBY, yang dirinya terapkan selama menjadi bagian dari Partai Demokrat. “Garis politik ini pula yang harus dilakukan. Bagi kader yang tidak bisa melakukan garis politik itu, maka mundur sekarang juga dari pada membuat malu,” tegas SBY.
Menurut SBY, kita harus mengakui apa yang telah kita lakukan dan jangan pernah membantah, karena kejujuran adalah bagian dari keberhasilan. “Memang benar posisi partai kita menurun, saya berusaha mengetahui kenapa partai kita menurun. Saya pelajari hasil survey dari lembaga-lembaga survey yang kredibel dan bertemu dengan para kader seluruh tanah air. Saya juga bertukar pikiran dengan tokoh di luar Partai Demokrat. Kesimpulannya, menurunnya citra partai kita karena isu korupsi yang melibatkan sejumlah kecil kader Demokrat,” papar SBY.@Hairul
Berita Terkait:
1 menit yang lalu
10 menit yang lalu
13 menit yang lalu
20 menit yang lalu
20 menit yang lalu
21 menit yang lalu
32 menit yang lalu
59 menit yang lalu
1 jam yang lalu
1 jam yang lalu