x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



Pendaki Dibatasi 1 Km dari Bibir Kawah

Berstatus Siaga III, Penambangan Belerang Gunung Ijen Masih Ditutup

Minggu, 17 Juni 2012 15:52 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Berstatus Siaga III, Penambangan Belerang Gunung Ijen Masih Ditutup - Pendaki Dibatasi 1 Km dari Bibir Kawah - Aktifitas penambang belerang di Gunung Ijen, Bodowoso

Aktifitas penambang belerang di Gunung Ijen, Bodowoso

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Balai Bidang Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur III menutup lokasi penambangan belerang di kawasan kawah Gunung Ijen, Bonwoso, Jawa Timur. Hal itu dilakukan sebab, sejak mengalami peningkatan aktifitas pada 15 Desember 2011 lalau, hingga kini, gunung api tersebut saat ini masih dalam status siaga level III.

Kendati melarang kegiataan penambangan belerang, namun BKSDA telah membuka kawasan wisata Ijen mulai JUni 2012 ini.

“Kami hanya memperbolehkan wisatawan mendaki hingga batas 1 kilometer dari bibir kawah, sedangkan aktivitas penambangan tidak boleh dilakukan,” kata Kepala BKSDA Jawa Timur III di Kabupaten Jember, Sunandar Trigunajasa, Minggu.

Jalur pendakian dan aktivitas penambangan belerang di Gunung Ijen ditutup sejak 15 Desember 2011 karena status gunung api tersebut meningkat dari dari Normal (Level I) menjadi Waspada (Level II), kemudian meningkat lagi menjadi Siaga (Level III).

Namun, status Gunung Ijen turun dari Siaga (Level III) menjadi Waspada (Level II) sejak 13 Mei 2012, sehingga BKSDA memutuskan untuk membuka kembali jalur pendakian pada 1 Juni 2012.

“Pembukaan jalur pendakian ke Kawah Ijen sudah mendapat rekomendasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Bandung, dengan syarat batas pendakian 1 kilometer dari bibir kawah,” tutur Sunandar.

Sedangkan untuk aktivitas penambangan tidak diperbolehkan karena Kawah Ijen masih berpotensi mengeluarkan gas beracun, sehingga dapat membahayakan bagi penambang belerang yang turun ke kawah.

“Para penambang biasanya mengambil belerang di bibir kawah, padahal PVMBG merekomendasikan agar warga tidak melakukan aktivitas dalam radius 1 kilometer dari kawah aktif dan kawasan itu harus steril dari aktivitas apapun, termasuk penambangan,” paparnya.

Ia mengimbau wisatawan yang melakukan pendakian ke Kawah Ijen untuk mematuhi imbauan dan rekomendasi PVMBG karena pihaknya tidak akan bertanggung jawab, apabila para pendaki melanggar batas pendakian tersebut.

“Kalau mereka melanggar, maka risiko ditanggung sendiri karena BKSDA sudah memberikan larangan untuk tidak ke Kawah Ijen dengan radius 1 kilometer karena dikhawatirkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya, menambahkan.

Sebelumnya PT Candi Ngrimbi yang merupakan perusahaan pengelola penambangan belerang di Gunung Ijen menghentikan aktivitas penambangan sejak 16 Desember 2011 hingga kini, sehingga sebanyak 350 orang yang dipekerjakan untuk mengambil bahan baku batu belerang di sekitar kawah Gunung Ijen harus libur panjang.*LI13/ant

 





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty