x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



Jatim Harus Ambil Peluang Train III LNG Tangguh

Kadin Jatim Tegaskan Operasional PLN tak Pakai Gas

Minggu, 17 Juni 2012 10:15 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Kadin Jatim Tegaskan Operasional PLN tak Pakai Gas - Jatim Harus Ambil Peluang Train III LNG Tangguh - Gas di Jatim

Gas di Jatim

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: British Petroleum (BP) selaku operator blok gas Tangguh di Papua melakukan kesepakatan
bahwa bersedia menyediakan gas tangguh untuk Indonesia. Peluang menikmati gas tangguh di Indonesia tersebut
perlu menjadi perhatian serius bagi Pemprov Jatim untuk menjawab persoalan kekurangan sumber daya energi di
sektor gas Jatim.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang ESDM Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim, Nelson Sembiring, mengakui saat
ini provinsi terbesar di sektor perdagangan tersebut tengah mengalami krisis gas. Kadin menilai, Jatim perlu terlibat
dalam mengelola gas tangguh di Indonesia yang digunakan untuk kebutuhan industri maupun rumah tangga.

Baca juga: Banjir dan longsor tak pengaruhi stok pangan Jatim dan KPR di Jatim tumbuh diatas 50 Persen

“Mumpung gas tangguh bisa dinikmati di Indonesia. Pemprov Jatim harus mengambil peluang ini dan sebisa mungkin
Jatim kebagian menikmati gas tangguh,” tandas Nelson saat dihubungi LICOM, Minggu (17/6/2012).

Disebutkan, saat ini banyak perusahaan Jepang komplain bahwa pihaknya mengalami kekurangan gas, bahkan
sekitar empat perusahaan Jepang terpaksa mengganti bahan bakar lantaran tidak tersedianya gas alam di Jatim.
Saat ini Jatim, membutuhkan gas sekitar 700 juta kaki kubik (mmscfd) untuk memenuhi kebutuhan industri maupun
rumah tangga.

Olehnya, jika Jatim berhasil mengambil peluang tersebut, ketersediaan gas perlu difokuskan untuk memenuhi
kebutuhan industri dan rumah tangga. Ia juga menegaskan agar PT PLN tidak menggunakan gas dalam
mengoperasionalkan pembangkit listrik di Jatim.

“PLN jangan pakai gas untuk operasional pembangkit listriknya, masih banyak energi lain yang bisa dikelola PLN
untuk operasional pembangkit. Seperti menggunakan energi matahari, mikro hydro, gheothernal. Biar gas kita di
khususkan untuk industri saja,” tegasnya.

Dalam upaya memaksimalisasi pengelolaan gas di Jatim, Ia menyarankan agar Pemprov Jatim lebih memiliki sikap
tegas. Jika memang gas tersebut sulit untuk didapatkan, maka Pemprov Jatim tidak harus memberikan izin
operasional bagi perusahaan maupun industri yang menggunakan gas.

“Bila perlu tutup saja proses perizinannya karena gas kita tidak tersedia dan tak ada jaminan aman terkendali dari
pihak pemerintah. Jatim perlu memaksimalisasi penggunaan energi lain selain gas,” pungkasnya. @Panji




code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty