Ilustrais: Gerakan beladiri pencak silat asal Indonesia yang kini digandrungi warga asing di luar Indonesia. *ist
LENSAINDONESIA.COM: Walikota Bekasi Rachmat Effendi dituding kurang peka dengan keberadaan beladiri asal negeri sendiri. Lantaran kenekatannya membangun pusat
pelatihan beladiri Taekwondo bertaraf internasional di kawasan Harapan Mulia, Medan Mulia, Bekasi, Dewan Pengurus Cabang Cingkrik Goning melakukan protes atas rencana pembangunan itu.
Baca juga: Ketua Komisi III: "Tidak Boleh Ibadah Agama Dihalangi" dan Ya Ampun, Misa Natal di Bekasi Dilempari Kotoran Kerbau
Hal ini diungkapkan Ketua DPC Perguruan Silat Cingkrik Goning, Kota Bekasi, Indra Gunawan di Sekretariat DPC Perguruan Silat Cingkrik Goning, Kota Bekasi, Senin (18/6/12)
“Sebagai komunitas perkumpulan bela diri silat tradisional kami menyatakan sangat kecewa dan sedih karena seperti dianaktirikan,” kata Indra.
Menurut Indra, tolak ukur kebanggan jati diri sebuah bangsa ditentukan dari budayanya. Dan pencak silat adalah salah satu jati diri bangsa. Sebelumnya, pihaknya tidak berkeberatan atas pendirian PP Taekwondo yang bertaraf internasional itu. Tetapi alangkah lebih baiknya jika cabang olah raga bela diri pencak silat, juga mendapat porsi yang sama sebagaimana telah di implementasikan oleh Walikota, Dinas Posbudpar, dan KONI Kota Bekasi.
“Figur seorang pemimpin yang arif dan bijaksana, harus peka terhadap keinginan serta kebutuhan elemen-elemen budaya yang ada di Kota Bekasi, khususnya aktifis dan praktisi pencak silat,” ujarnya..
Meski Walikota Bekasi Rachmat Effendi menyatakan siap menggali pendanaan yang ada di Pemerintah Kota Bekasi terkait rencana pembangunan fasilitas pusat pelatihan tersebut, sedangkan Dinas Porbudpar dan KONI Kota Bekasi segera akan mengimplementasikan yang diperkirakan gedungnya rampung pada tahun 2013 mendatang. Sarana ini akan melebihi fasilitas mewah yang pernah ada di Kota Bekasi.
Ia menambahkan, Dewan Pengurus Cabang Cingkrik Goning Kota Bekasi sangat menyayangkan sebab Bekasi kaya akan kebudayaan lokal asli Indonesia, terutama di bidang pencak silat Cingkrik Goning merupakan kebudayaan asli Indonesia dan pencak silat asli Indonesia yang harus di lestarikan.
“Karena itu dengan keluarnya kebijakan tersebut, Cingkrik Goning sudah berkonsolidasi dengan perguruan-perguruan silat yang ada di seluruh Jabodetabek dan akan ‘menggedor’ kebijakan tersebut,” imbuh Indra.
Ke depan, Pengurus Cingkrik Goning Kota Bekasi segera mencari dana dari para elit pejabat yang tidak memperdulikan kelestarian budaya lokal, terutama pencak silat. Targetnya, pengurus akan mendesak walikota, Posbudpar, dan KONI Kota Bekasi, untuk mengucurkan dana yang ditujukan untuk pelestarian pencak silat di Bekasi. Bila kondisi ini terus diabaikan Walikota Bekasi, tak tertutup kemungkinan keberadaan pencak silat bisa punah dari kawasan Bekasi. @winarko
Berita Terkait:
38 menit yang lalu
1 jam yang lalu
2 jam yang lalu
2 jam yang lalu
2 jam yang lalu
3 jam yang lalu
3 jam yang lalu
3 jam yang lalu
3 jam yang lalu
3 jam yang lalu