Guru Besar UI: "Ternyata Kamuflase Topeng yang Menyengsarakan Masyarakat"

Mulai Sekarang Stop Bicara Politik Santun

Editor: | Rabu, 20 Juni 2012 13:53 WIB, 338 hari yang lalu



Mulai Sekarang Stop Bicara Politik Santun - Guru Besar UI: "Ternyata Kamuflase Topeng yang Menyengsarakan Masyarakat" -

LENSAINDONESIA.COM : Mulai saat ini hentikan mengumandangkan jargon politik santun yang ternyata hanya memoles seorang maling menjadi malaikat, semestinya bukan polesan citra dari pemimpin tapi yang harus dicari adalah pemimpin yang berbuat kerja politik yang riil (authentic leader).

Dan jangan membohongi rakyat dengan pemimpin yang seolah-olah berperilaku santun, keren, berwibawa apalagi suka bernyanyi.

Baca juga: Terima 'Toleransi Award', SBY dinilai tak punya kejernihan nurani dan SBY dinilai tak layak dianggap berjasa majukan toleransi di Indonesia

“Cukup kita belajar dari sejarah bahwa pemimpin yang dikatakan tersebut di atas ternyata hanya kamuflase topeng yang  menyengsarakan masyarakat,” kata Prof. Hamdi Moeloek, guru besar Ilmu Politik UI dalam Diskusi dengan tema ‘Politik Santun, Antara Retorika & Kenyataan’ di Rumah Perubahan 2.0, Jakarta, Selasa (19/06), tadi malam.

“Lembaga survei mempunyai andil dalam pencitraan itu tergantung berapa harga yang harus dibayar untuk memulihkan pencitraan, untuk itu saya berharap ada suatu lembaga survei yang mandiri dan independen yang tidak punya pretensi apapun dalam melakukan kajian,” tambah Dony Gharhal, pakar Ilmu Filsafat Universitas Indonesia.

Menurutnya, masyarakat berharap memilih presiden untuk menyelamatkan bangsa ini dan seperti biasa lembaga survei menjadi alat untuk pencitraan.

Jadi sungguh sangat disesalkan apabila ada ‘bargaining’ dalam menyajikan data kajian survei dari suatu lembaga. @hidayat


Editor: +Rizal Hasan

RIZAL HASAN has been a reporter for more than 12 years, now he as…

Facebook Twitter Google+ Index Berita 


Berita Terkait:




KODAK

VIDEO