Pelaksanaan Disebut-sebut Tak Optimal

Waduh! Job Fair 2012 Jawa Tengah Tak Sentuh Lapisan Masyarakat

Editor: | Rabu, 20 Juni 2012 15:34 WIB, 364 hari yang lalu



Waduh! Job Fair 2012 Jawa Tengah Tak Sentuh Lapisan Masyarakat - Pelaksanaan Disebut-sebut Tak Optimal - Ist/Job Fair 2012 Jawa Tengah

Ist/Job Fair 2012 Jawa Tengah


LENSAINDONESIA.COM: Job Fair 2012 yang dilaksanakan Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan (Disnakertransduk) diikuti 41 perusahaan dari kota Semarang maupun kota lain di Jawa Tengah. Namun demikian, para pengunjung tidak dipungut biaya sepeserpun alias gratis akan dilaksanakan pada tanggal Rabu (20/6/2012) hingga Kamis (21/6/2012) di Jl Pahlawan, Semarang.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan (Disnakertransduk) Jateng Petrus Edison Ambarura mengatakan, Rabu (20/6/2012), kegaiatan tersebut akan digelar secara rutin setiap tahun. “Kegiatan job fair Disnakertransduk propinsi akan dilaksanakan setiap tahun untuk membuka akses para pencari kerja dengan perusahaan di Jawa Tengah. Dan akan membawa manfaat bersama para pencari kerja dengan perusahan, diperkirakan pengunjung 300 ribu yang akan mendaftarkan sesuai dengan jenjang pendidikan,” ujarnya.

Baca juga: Pakar transportasi berharap pemimpin Jateng mampu benahi infrastruktur dan Diduga kelelahan, Bupati Tegal meninggal dunia

Data angkatan kerja di Jateng pada tahun 2011 mencapai 16.916.797 orang. Namun, yang terserap bekerja hanya 15.916.135 orang. Sehingga, yang belum terserap pekerjaan 1.002.662 orang. Dan itu merupakan penggangguran terbuka. Angka pengangguran itu merupakan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) per tanggal 7 November 2011 lalu. Jumlah penggangguran tersebut berkurang 4,41 persen atau 44.221 orang dibandingkan tahun 2010 yang ketika itu mencapai 1.046.883 orang.

Menurut Petrus, angka pengangguran dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama kondisi makro perekonomian. Masalah pengangguran dianggap cukup komplek, tidak hanya persoalan regional tetapi juga dunia Internasional. Sejauh ini, kegiatan bursa kerja atau job fair menjadi solusi mengatasi pengangguran.

Meski demikian, kenyataan di lapangan kegiatan yang dilakukan agaknya tak optimal. Sebab, bursa kerja memang belum mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

“Cukup banyak kesempatan kerja tetapi informasi lowongan pekerjaannya tak tersampaikan ke masyarakat. Laju peningkatan kesempatan kerja yang tak sebanding dengan laju peningkatan pencari kerja ini semestinya dapat dimanfaatkan secara optimal,” jelasnya. @yuwana



Berita Terkait:




KODAK

VIDEO