Bisnis Rotan Mulai Bisa Bernafas Lega

Disperindag Jatim Lakukan Revitalisasi Pengusaha Rotan

Editor: | Kamis, 21 Juni 2012 15:25 WIB, 337 hari yang lalu



Disperindag Jatim Lakukan Revitalisasi Pengusaha Rotan - Bisnis Rotan Mulai Bisa Bernafas Lega - Ist/Para pengrajin rotan

Ist/Para pengrajin rotan


LENSAINDONESIA.COM: Kebijakan penghentian ekspor rotan yang berdampak buruk terhadap daerah penghasilrotan di Jatim kini bisa bernafas lega. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim telah melakukan kerjasama dengan daerah penghasil rotan di Indonesia yakni Kalimantan dan Sulawesi.

Kadisperindag Jatim, Budi Setiawan, menyampaikan, pasca diberlakukannya kebijakan ekspor rotan tersebut, sekira140 dari 200 pengusaha rotan di Jatim gulung tikar dan beralih usaha. Sebab, penumpukan produksi rotan tidak diiringi dengan tumbuhnya industri pengolahan rotan.

Baca juga: Pemilu 2014, PKB tetap andalkan Jawa Timur dan basis NU dan Rieke sambut positif putusan MA tentang PHK sewenang-wenang di Jatim

Disebutkan, penurunan usaha rotan pun mulai terasa sejak diberlakukannya pemberhentian ekspor rotan mentah kenegara ekspor. Olehnya, Disperindag Jatim tengah gencar melakukan pendataan ulang pengusaha rotan yangberalih usaha.

“Sekitar 80 persen produksi rotan dunia itu dari Indonesia loh. Jadi sangat disayangkan kalau peluang tersebut tidakdiberdayakan. Sekarang beberapa negara sudah kehabisan rotan lantaran larangan ekspor tersebut. MoU nyasudah dilakukan sekitar dua bulan lalu,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (21/6/2012).

Dijelaskan, dalam perjanjian kerjasama, pemerintah Kalimantan dan Sulawesi sepakat memasok bahan baku rotanke Jatim untuk kemudian diolah menjadi bahan jadi oleh pengusaha dan pengrajin rotan. Setelah itu, rotan yang sudah jadi akan dipilah untuk dilakukan ekspor ke negara tujuan yang membutuhkan rotan Indonesia.

Diungkapkan, masa kejayaan rotan di Jatim mulai tumbuh sejak tahun 2005 dengan pasar kawasan Eropa sepertiAmerika, Jepang, Korea, Malaysia, Taiwan. Secara keseluruhan, peneyrapan kayu dan rotan di Jatim yang berpotensi ekspor sekitar Rp1,9 triliun.

Sembari melakukan revitalisasi pengusaha rotan, Diperindag Jatim berusaha mengajak para pengusaha rotan Jatimyang bangkrut kembali berkarya di rotan. Disperindag Jatim juga sudah menyiapkan BPR Jatim sebagai bank yangakan memfasilitasi peminjaman dana.

“Secara keseluruhan di Jatim ada lima sentra rotan dan sebetulnya itu lebih besar dengan industri rotan yang ada diCirebon. Sentra rotan kami ada di Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, Pasuruan, dan Malang. Produksinya pun besar,” tukasnya. @panji



Berita Terkait:




KODAK

VIDEO