Berdasarkan Survey, Elektabilitas Ketua Partai Golkar Menurun Drastis

Terpuruknya Korban Lapindo Pengaruhi Elektabilitas Aburizal Bakrie

Editor: | Kamis, 21 Juni 2012 20:10 WIB, 334 hari yang lalu



Terpuruknya Korban Lapindo Pengaruhi Elektabilitas Aburizal Bakrie - Berdasarkan Survey, Elektabilitas Ketua Partai Golkar Menurun Drastis - Ketua Partai Golkar, Aburizal Bakrie.

Ketua Partai Golkar, Aburizal Bakrie.


LENSAINDONESIA.COM: Rendahnya elektabilitas Ketua Umum Golkar, Aburizal Bakrie berdasarkan hasil survey, diduga akibat kurang tampil memberikan opsi kebijakan yang ditawarkan kepada publik terutama setelah dinyatakan DPP Golkar sebagai satu-satunya kandidat Capres yang diusung partainya.

Kepada LICOM, pengamat politik, Sukardi Rinakit mengatakan, Ical selama ini tidak pernah menawarkan opsi dan ide yang dinilai mampu menjual untuk meningkatkan elektabilitasnya. Termasuk tindakan konkrit yang bersifat kepemimpinan dan pemenuhan janji terutama dalam penyelesaian kasus lapindo brantas.

Baca juga: Golkar lihat pemerintah "maju mundur" naikkan BBM dan Direktur Lembaga Pemilihan 'gembosi' ARB sulit jadi presiden

“Opsi-opsi kebijakan apa yang dia tawarkan harusnya beliau selalu tampil. Misalnya swasembada pangan, kenaikan harga minyak dan penyelesaian kasus lapindo brantas,” sebutnya kepada LICOM, di Gedung DPR/MPR Senayan Jakarta, Kamis (21/6).

Tindakan konkrit kepemimpinan, ide dan pemenuhan janji, tambah Sukardi, masih belum nampak. “Misalnya saya jadi ketua partai, maka saya akan membangun gedung sekian lantai dan ngasih indomen satu triliun. Khan itu belum, padahal dilevel elit itu diketahui,” jelasnya.

Realisasi pemenuhan janji Ical ketika dalam pemilihan ketua umum partai, sebut Sukardi, kemungkinan akhirnya menjadi catatan tersendiri bagi kader-kader di internal partai Golkar sendiri terutama di daerah. Sementara ditingkat umum, pemenuhan janji Ical untuk penyelesaian kasus lapindo juga menjadi catatan sehingga mengakibatkan nilai elektabilitas Ical untuk maju sebagai Capres Golkar dalam sejumlah survey tidak mampu mengiringi tingginya elektabilitas Partai Golkar.

“Di internal Golkar, para kader ditingkat bawah mungkin mencatat janji Ical membangun gedung bertingkat dengan endomen satu triliun hingga kini belum terwujud. Sementara ditingkat umum, penyelesaian kasus Lapindo juga dinilai belum mampu menyelesaikan masalah,” pungkasnya.@Suci



Berita Terkait:




KODAK

VIDEO