Kebun Binatang Surabaya
LENSAINDONESIA.COM : Pemkot Surabaya meyakini mengelola Kebun Binatang Surabaya (KBS) akan menghasilkan pundi-pundi keuntungan.
Meskipun membutuhkan biaya Rp 152 miliar (di antaranya Rp 10 miliar adalah nilai aset lama), pemkot sangat optimistis meraup untung.
Baca juga: KBS Berhasil Tetaskan Tujuh Telur Komodo dan Libur Nyepi, KBS Surabaya Diserbu 7000 Pengunjung
Dengan konsep pembangunan KBS yang kini sedang digaungkan, lembaga pemerintahan di Surabaya ini yakin dalam 10 tahun setelah mengelola KBS, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang mengelola KBS akan meraup untung Rp 59 miliar, tepatnya Rp 59.936.671.000.
“Dari proyeksi arus kas selama 10 tahun, diperkirakan bahwa proyek mampu membagi laba sebesar Rp 59.936.671.000, dan membayar pajak penghasilan sebesar Rp 50.608.655.000,” demikian salah satu item yang tertulis dalam visibility study (studi kelayakan) pengelolaan KBS oleh pemkot.
Tidak hanya itu, pemkot mengestimasikan kondisi keuangan sampai 10 tahun ke depan akan meningkatkan permodalan proyek sampai dengan jumlah sebesar Rp 176.260.349.000.
Sesuai studi kelayakan itu, profit margin dari tahun pertama diperkirakan masih cukup profitable. Pada tahun kedua dan seterusnya diperkirakan profit margin semakin meningkat dan berangsur meningkat seiring dengan menurunnya biaya bunga bank dan meningkatnya kenaikan profit.
Kepala Dinas Pertanian (Distan) Samsul Arifin mengatakan pihaknya memang sangat optimis KBS bakal mengeruk keuntungan.
Menurut dia, keuntungan itu diproyeksikan didapat dari pembangunan KBS kembali. Yakni dengan membangun sea world dan night zoo, ungkap Samsul.
Ia menjelaskan kondisi sekarang jumlah wisatawan yang mengunjungi KBS tetap tinggi.
Pihaknya sangat yakin pada tahun-tahun berikutnya, jumlah kunjungan wisatawan akan makin meningkat.
Dengan tambahan fasilitas yaitu sea world dan night zoo, akan banyak masyarakat yang ingin berwisata di KBS.
Sementara itu, Ketua Harian Tim Pengelola Sementara (TPS) KBS Toni Sumampau menilai pembangunan sea world akan menghabiskan anggaran sangat besar.
Ia mengkhawatirkan karena modal ingin segera balik, akhirnya membuat tarif masuk ke KBS menjadi naik.
“Tentunya hal itu akan berdampak dengan naiknya tarif masuk ke KBS. Bisa saja sampai Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu per
orang,” katanya.@iwan
Berita Terkait:
1 menit yang lalu
55 menit yang lalu
58 menit yang lalu
1 jam yang lalu
1 jam yang lalu
1 jam yang lalu
1 jam yang lalu
1 jam yang lalu
2 jam yang lalu
2 jam yang lalu