Pungli Sekolah-Ilustrasi
LENSAINDONESIA.COM: Berbagai cara dilakukan oknum sekolah untuk mengeruk keuntungan pribadi di massa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Seperti halnya yang terjadi di SDN 1 Driyorejo Kabupaten Gresik.
Di sekolah ini, seluruh wali murid kelas VI dipungut iuran Rp 95.000 dengan dalih untuk tanda terimah kasih kepada guru. Diduga, kebijakan pungitan tak resmi (pungutan liar) ini atas perintah kepala sekolah, Wonaji M.pd.
Baca juga: Masa pemblokiran Kades Sumurber semakin beringas dan Bonek Tewas Dikeroyok Aremania di Gresik
Menurut pengakuan seorang wali murid kelas VI warga Driyorejo pada saat rapat kelulusan, dirinya beserta wali murid lainya oleh pihak sekolah disuruh membayar uang sebesar RP 95.000 dengan rincian Rp 35.000 buat Kepala Sekolah, Rp30.000 buat Wali Kelas VI sedangkan yang Rp.30.000 buat seluruh guru kelas 1 sampai kelas VI.
Wali murid tersebut menjelaskan kalau yang meminta uang tersebut adalah Kepalah Sekolah nya sendiri pada saat rapat kelulusan beberapa waktu lalu.
“Pak Wonaji sendiri yang meminta uang tersebut pada saat rapat dan Pak Wonaji juga yang menjelasankan rincian uang tersebut dipergunakan untuk apa aja, yang saya sayangkan tarikan tersebut tanpa adanya rapat sebelumnya” paparnya.
Lanjutya, memang uangnya tidak seberapa banyak tapi kalau dikalikan dengan jumlah murid yang ada jumlah tersebut menjadi sangat besar. “Jumlah murid kelas VI ada dua kelas dan masing kelas kurang lebih di isi 48 murid berarti jumlah murid seluruhnya 96 murid. Bayangkan Rp 95.000 dikalikan 96 sudah Rp 9 jt lebih yang masuk kantong Kepala Sekolah,” jelasnya.
Pada saat ditemui di ruang Kepala Sekolah SDN 1 Driyorejo hari kamis 21 Juni Wonaji membantah keras terkait permasalahan yang menyangkut dirinya beserta seluruh guru yang mengajar SDN 1Driyorejo.
“Penarikan dana tersebut bukan saya yang melakukan melainkan hasil rapat yang dilakukan Komote sekolah dengan panguyupan sekolah, dan itu pun atas dasar persetujuan wali murid,” bantahnya.
Pada saat bersamaan di ruangan Kepala Sekolah tersebut Wonaji mengumpulkan beberapa guru yang termasuk wali kelas VI Ketua Paguyupan dan anggota Komite sekolah. Semua yang ada di ruangan tersebut mengeluarkan pernyataan yang senada dengan Wonaji. “Kami melakukan itu atas dasar rapat dan persetujuan wali murid,” jelas Kamdin “Anggota Komite”. Begitu juga Taman “Ketua Paguyupan Sekolah” mengeluarkan pernyataan senada.
Dalam hal ini Wonaji berjanji akan mengumpulkan seluruh pihak terkait termasuk seluruh wali murid kelas VI terutama yang berdomisili di Driyorejo. Dirinya akan menayakan serta pengen meluruskan permasalahan tersebut agar agar di tahun kemudian hal-hal seperti ini tidak terjadi lagi.*wind
Berita Terkait:
27 menit yang lalu
1 jam yang lalu
2 jam yang lalu
2 jam yang lalu
2 jam yang lalu
2 jam yang lalu
3 jam yang lalu
3 jam yang lalu
4 jam yang lalu
4 jam yang lalu