Bappenas Kunjungi Keraton Kasepuhan

Tak Lama Lagi, Asset Purbakala Cirebon Direvitalisasi

Editor: | Sabtu, 23 Juni 2012 04:40 WIB, 336 hari yang lalu



Tak Lama Lagi, Asset Purbakala Cirebon Direvitalisasi - Bappenas Kunjungi Keraton Kasepuhan - Ist/Armida Alisjahbana

Ist/Armida Alisjahbana


LENSAINDONESIA.COM: Armida Alisjahbana, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengunjungi Keraton Kasepuhan di Cirebon Jawa Barat. Hal itu dalam rangka revitalalisasi asset purbakala yang ada di Cirebon, yakni, delapan tempat ziarah.

Kedatangan Bappenas tersebut terkait rencana pemerintah pusat memugar delapan asset Keraton di Cirebon. Meskipun, pemugaran itu sendiri masih menunggu tersusunnya site plan.

Baca juga: Buntut korupsi Jabar terbongkar, banyak pejabat Disdik takut kelola anggaran dan Pelantikan Gubernur dan Wagub Jawa Barat siap digelar 13 Juni 2013

“Revitalisasi tersebut sangat penting. Pasalnya, barang warisan nenek moyang warisan budaya sekaligus sebagai potensi ekonomi kreatif masyarakat Indonesia,” ungkap Armida usai meninjau seluruh area Keraton Kasepuhan, didampingi Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat.

Menurutnya, dalam kunjungannya itu dia mendapatkan penjelasan dari Sultan Kasepuhan Cirebon terkait potensi dan lingkungan sekitar keraton.

“Kunjungan kami kali ini merupakan tindaklanjut dari rencana pemugaran Keraton Kasultanan Cirebon dan sejumlah asset lainnya,” ujarnya.

Revitalisasi itu, lanjutnya, juga akan melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum, yakni untuk perbaikan infrastruktur.

“Revitalisasi ini merupakan upaya pelestarian budaya, sekaligus diharapkan dapat mendorong potensi ekonomi kreatif masyarakat,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Sultan Arief mengatakan, pihaknya telah mengajukan Rp 70 miliar kepada pemerintah pusat untuk revitalisasi delapan asset Keraton Cirebon.

Kedelapan aset yang akan direvitalisasi adalah Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, Keraton Kacirebonan, Keprabonan, Masjid Agung Sang Cipta Rasa, Komplek Astana Gunung Jati, Gua Sunyaragi dan Lawang Sanga.

“Dedelapan asset tersebut merupakan benda-benda cagar budaya yang mendesak untuk direvitalisasi,” tambahnya. @moch mansur



Berita Terkait:




KODAK

VIDEO