x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



Pertumbuhan Bisnis Waralaba Lamban

Jumlah Kewirausahaan Hanya 0,42 Persen

Minggu, 24 Juni 2012 09:11 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Jumlah Kewirausahaan Hanya 0,42 Persen - Pertumbuhan Bisnis Waralaba Lamban - Ketua Asosiasi Franchise Indonesia, Anang Sukandar

Ketua Asosiasi Franchise Indonesia, Anang Sukandar

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Fenomena perkembangan franchise tengah menjadi salah satu trending topik dunia usaha di Indonesia. Ini kantaran iming-iming balik modal dengan penghasilan yang besar menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.

Padahal usaha-usaha diluar yang menawarkan sistem kemitraan belum tentu bersertifikasi sebagai franchise atau waralaba.

Baca juga: Jatim bela petani, urus standarisasi barang impor sesuai SIN dan Standard Chartered Bank luncurkan program “This is Our Home Ground”

Ketua Asosiasi Franchise Indonesia, Anang Sukandar, mengatakan di Indonesia terdapat lebih dari 1700 bisnis yang mengklai sebagai bisnis waralaba, akan tetapi yang benar-benar memenuhi sertifikat dan memiliki prototipe waralaba kurang dari 8 persen.

“Banyak usaha yang mengklaim dirinya sebagai waralaba, akan tetapi yang benar-benar bersertifikasi waralaba baru sekitar 136 unit usaha. Sedangkan sisanya merupakan BO (business operation) yang belum bisa dikatakan sebagai waralaba,” jelas Anang, Minggu (24/6/2012).

Anang menyebutka, rata-rata pertumbuhan usaha waralaba yang bersertifikasi hanya sekitar dua sampai tiga persen per tahun. Rendahnya pertumbuhan waralaba disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya kurangnya pemahaman tentang kewirausahaan, pola pikir instan di masyarakat dan tidak adanya ketegasan serta pembinaan dari pemerintah.

“Jumlah kewirausahaan di Indonesia ini masih sangat kecil sekali, sekitar 0,42 persen, dimana idealnya disuatu negara jumlah kewirausahaanya yaitu 2 persen. Itu menjadi salah satu penghambat dimana pertumbuhan waralaba sangat kecil sekali,” paparnya.

“Dan yang sangat penting untuk dirubah dari masyarakat adalah pola pikir mereka yang masih menyukai segala sesuatu yang serba instan. Termasuk usaha yang dipersiapkan secara instan, nantinya bangkrutnya juga bisa instan juga,” tukas Anang. @Panji




code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty