Ist/Investor Gathering Bank Jatim
LENSAINDONESIA.COM: PT Mandiri Sekuritas menyatakan terdapat beberapa perusahaan perusahaan asset manajement, asuransi maupun dana pensiun yang berminat membeli saham PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (Bank Jatim) pada penawaran perdana Initial Public Offering (IPO).
Namun demikian, pihak Bank Jatim sendiri masih berharap dan penjualan saham bank milik Pemprov Jatim ini dibeli oleh investor daerah alias lokal.
Baca juga: Pertamakali sejak 36 tahun, PM Jepang kunjungi Myanmar dan P3I laporkan Pemkot Surabaya ke Kejati Jatim
Direktur Investment Banking Mandiri Sekuritas, Syafei menyampaikan, kendati investor sudah menyatakan minatnya untuk menyerap saham perdana Bank Jatim, Ia belum bisa memastikan jumlah saham yang akan diserap oleh institusi tersebut.
“Sebagai salah satu underwriter untuk IPO Bank Jatim sudah melakukan penawaran kepada calon investor institusi baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Beberapa waktu lalu kami datangi perusahaan-perusahaan asset management dan mereka menyatakan ketertarikannya, selain itu ada juga perusahaan asuransi dan dana pensiun di Indonesia menyatakan minat yang sama,” ujarnya di sela-sela Investor Gathering PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk di Hotel Bumi Surabaya, Minggu (24/6/2012).
Ditambahkan, target investor luar negeri diharapkan dari wilayah Asia. Lebih lanjut disampaikan, Mandiri Sekuritas bersama Bank Jatim berencana akan melakukan roadshow penawaran saham di Malaysia, Singapura, dan Hongkong.
Sementara, penawaran saham perdana yang dilakukan Bank Jatim sendiri di kisaran harga Rp430 – Rp 670 Per lembar, maksimal 2.98 miliar lembar saham baru yang berupa saham Seri B yakni 20 persen dari modal ditempatkan dan disetor setelah penawaran umum. Saat ini kepemilikan saham seri A Bank Jatim adalah Pemerintah Provinsi Jawa Timur 64,33 persen dan Pemerintah Kota/Kabupaten se-Jawa Timur 35,67 persen.
Direktur Utama Bank Jatim Hadi Sukrianto mengatakan, dana hasil IPO akan digunakan untuk mendukung ekspansi kredit, perluasan jaringan dan pengembangan teknologi informasi (IT) Perseroan. Sekitar 80 persen mendukung ekspansi kredit, kemudian sekitar 10 persen untuk perluasan jaringan, sisanya 10 persen untuk pengembangan IT.
“Bank Jatim menargetkan perolehan dana hasil IPO akan menambah rasio modal (Capital Adequate Ratio/CAR-red) Perseroan hingga akhir tahun di kisaran 20-21 persen. Posisi Juni 2012 CAR kami di level 20,99 persen. Dengan tambahan dana IPO, CAR kami di akhir tahun di kisaran 21-22 persen. Itu sudah memperhitungkan ekpansi kredit tahun ini,” papar Hadi.
Adapun masa penawaran awal dilakukan pada 19-26 Juni 2012, dan dilanjutkan dengan penetapan harga pada 26 Juni 2012. Saat ini Perseroan masih menunggu pernyataan efektif dari Bapepam-LK yang diharapkan akan diperoleh pada tangga 29 Juni 2012. Dengan demikain, Perseroan dapat melakukan penawaran umum pada 3-5 Juli 2012. Setelah penawaran umum, penjatahan dilakukan pada tanggal 9 Juli 2011 dan puncak prosesi IPO yakni pencatatan saham di papan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 11 Juli 2012. @panji
Berita Terkait:
6 jam yang lalu
6 jam yang lalu
6 jam yang lalu
6 jam yang lalu
6 jam yang lalu
8 jam yang lalu
8 jam yang lalu
9 jam yang lalu
9 jam yang lalu
9 jam yang lalu