Ist/Ilustrasi kekeringan sawah
LENSAINDONESIA.COM: Memasuki musim kemarau panjang, ribuan hektar tanaman padi di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, terancam kekeringan.
Untuk meminimalisir dampak kekeringan yang lebih luas, pemerintah daerah diminta segera merespon persoalan tersebut. Berdasarkan pantauan LICOM di lapangan, Minggu (24/6/12), petani di sejumlah kecamatan mengaku sudah mulai kesulitan mendapatkan air untuk mengairi sawah mereka. Padahal, musim tanam kedua atau musim tanam gadu baru saja dimulai.
Baca juga: Pelantikan Gubernur dan Wagub Jawa Barat siap digelar 13 Juni 2013 dan Atasi geng motor, Kapolres Cirebon Kota perintahkan 'tembak di tempat'
“Musim tanam kedua baru saja mulai, tapi air sudah susah didapat,” kata Mukmin, petani di Desa Keraton, Kecamatan Suranenggala.
Untuk mengairi sawahnya, dia terpaksa memompa air dari Sungai Kumpulkwista yang jaraknya lebih dari satu kilometer. Bahkan, untuk memenuhi kebutuhan air untuk areal pertanian, Mukmin dan petani lainnya juga harus mengeluarkan dana sekitar Rp 500 ribu hingga 700 ribu untuk setiap hektar sawah.
“Tapi dana itu baru kami bayarkan ke mitra cai setelah panen. Asal sampai panen air terjamin kami berani membayar dana pengairan tersebut,” ujar Khasanudin, petani lainnya pada LICOM.
Sulitnya air tidak hanya dirasakan petani di Kecamatan Kaliwedi, tetapi juga dirasakan petani lainnya di berbagai kecamatan seperti di Kecamatan Panguragan, Suranenggala,, Gunungjati, Kapetakan dan Gegesik.
Sementara, Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Cirebon, Tasrif Abubakar mengakui adanya ancaman kekeringan di sejumlah kecamatan.
Hingga saat ini pihaknya masih melakukan pendataan ancaman kekeringan di sejumlah kecamatan yang ada.
“Kami belum bisa menyimpulkan luas areal pesawahan yang terancam kekeringan menjelang musim kemarau tahun ini,” ujarnya.
Namun, dari beberapa wilayah di Kabupaten Cirebon, sejumlah wilayah khususnya di Cirebon Barat yang selama ini mengandalkan air dari Bendung Rentang, Majalengka, kemungkinan besar akan mengalami dampak ancaman kekeringan seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.
“Namun, kami berharap, ancaman kekeringan tersebut tidak sampai terjadi dan hasil produksi padi musim ini juga bisa maksimal,” tambahnya. @moch mansur
Berita Terkait:
41 menit yang lalu
44 menit yang lalu
1 jam yang lalu
1 jam yang lalu
1 jam yang lalu
1 jam yang lalu
1 jam yang lalu
1 jam yang lalu
1 jam yang lalu
1 jam yang lalu