DPRD Jabar: Pemerintah Daerah Sebaiknya Bangun Rumah Sakit Baru Saja

Akibat Pelayanan Buruk RSHS, Pasien Jamkesmas Meninggal

Editor: | Selasa, 26 Juni 2012 00:20 WIB, 359 hari yang lalu



Akibat Pelayanan Buruk RSHS, Pasien Jamkesmas Meninggal - DPRD Jabar: Pemerintah Daerah Sebaiknya Bangun Rumah Sakit Baru Saja - Ist/Rumah Sakit Hasan Sadikin

Ist/Rumah Sakit Hasan Sadikin


LENSAINDONESIA.COM: Ketua Komisi E DPRD Jawa Barat Didin S menyayangkan sikap dan pelayanan dari Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) terhadap pasien dari keluarga kurang mampu, terutama bagi pasien penggunan Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat) dan Jamkesda (Jaminan Kesehatan Daerah).

Menurutnya, seharusnya pihak manajemen RSHS tidak bersikap diskriminasi terhadap pasein. “Untuk itu, kami (DPRD-red) meminta agar segera dihentikan perilaku diskriminasi,” jelasnya.

Baca juga: Atlet PPLP Jabar Siap Mendulang Emas dan Gubernur Jabar baru dari PKS dilantik kurang seminggu, 3.500 undangan disebar

Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Didin dihadapan puluhan massa Forum Masyarakat Peduli, Forum Anak Jalanan, Himpunan Petani Nanas yang menggelar aksi unjukrasa di depan Gedung Sate, Senin (25/6/2012).

Saat menerima perwakilan pendemo, Ketua Komisi E DPRD Jabar Didin didampingi Humar Dani, Hj Enok dan Deden Darmansyah dari anggota Komisi A.

Bahkan, Didin mendesak agar pemerintah daerah membangun rumah sakit baru jika RSHS tidak memperbaiki pelayanannya.

Menurut sejumlah aktivis, karena pelayanan buruk RSHS menyebabkan kematian salah seorang pasien, yakni
Ayoh (54), warga Kampung Sidodadi RT 33 RW 11, Kelurahan Pasirkareumbi, Kecamatan Subang, Kabupaten Subang, pada Senin (14/6/2012) pukul 02.30 WIB.

Diketahui, Ayoh merupakan pasien rawat jalan RSHS yang menggunakan fasilitas Jamkesmas. Ayoh mengidap suspek tumor ganas ovarium pada bagian perut sejak 2007. Akibat penyakitnya itu, perut Ayoh membesar hingga berat perutnya diperkirakan mencapai 20 kilogram. Ayoh sendiri meninggal di RSUD Ciereng, diduga akibat lambatnya pelayanan dari RSHS.

“Padahal, dia sudah dua bulan menjalani berobat jalan atau sudah 19 kali bolak-balik Subang-Bandung, tapi tidak ada kejelasan dari RSHS kapan dia dioperasi,” kata koordinator aksi, Asep Sumarna Toha.

“Ayoh adalah satu dari sekian banyak pasien miskin yang mengalami pelayanan buruk RSHS,” tegasnya.

Massa menuntut agar segera dicopot Direktur RSHS demi hak warga miskin. “Dan bentuk tim pengawas independen untuk mengawasi pelayanan RSHS,” tambahnya. @husein

 



Berita Terkait:




KODAK

VIDEO