x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



Ahli Waris PT Santos Jaya Abadi Tuding Pemalsuan Akta Perusahaan

Bos Kopi Kapal Api Dilaporkan ke Mabes Polri

Rabu, 27 Juni 2012 17:54 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Bos Kopi Kapal Api Dilaporkan ke Mabes Polri - Ahli Waris PT Santos Jaya Abadi Tuding Pemalsuan Akta Perusahaan -

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Ahli waris dari Achmad Rivai Anwar, pemilik saham mayoritas PT Santos Jaya Abadi, produsen kopi Kapal Api, melaporkan direktur utama perusahaan tersebut, Sudomo Mergonoto ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.

Ahli waris pemilik perusahaan itu merasa dirugikan hingga Rp 750 miliar atas tindakan pemalsuan akta perusahaan yang dilakukan Sudomo.

Dirut Kapal Api itu dituding telah memalsukan akta perusahaan nomor 24 dan 25 tentang pengalihan saham milik almarhum Achmad Rivai Anwar.

Ahli waris yang diwakili oleh isteri Achmad Rivai, Hartuti dan anaknya Erwin Kusuma, mengatakan pada dokumen tersebut tercantum tentang pengalihan saham 60 persen milik Achmad Rivai sebesar 32 persen kepada Indra Boedijono dan 28 persen kepada Soedomo pada 18 Mei 1979.

“Dengan begitu status kepemilikan saham Achmad Rivai menjadi seolah-olah tidak ada,” ujar pengacara ahli waris, Zulhendri Hasam, di Bareskrim Polri, Rabu (27/06).

Dia mengatakan keluarga baru mengetahui tentang akta penjualan itu pada 2002 atau setelah Rivai meninggal dunia.

Padahal pada akta tersebut tercantum tahun penerbitan pada 1979.

Selain itu, ada kejanggalan yang membuat ahli waris yakin Achmad Rivai masih menjadi pemegang saham mayoritas di Kapal Api. Pada akta nomor 40 tahun 1980 tentang perubahan PT Santos Jaya Coffee menjadi PT Santos Jaya Abadi, nama Achmad Rivai masih tercantum sebagai pemegang saham 60 persen di perusahaan tersebut.

Kejanggalan, lanjut Zulhendri, juga terletak pada alamat notaris Gandaredja yang berbeda di Embong Wungu, Surabaya, Jawa Timur, pada kedua akta itu.

Sementara, keyakinan ahli waris tentang saham Achmad Rivai di PT Santos Jaya Abadi diperkuat oleh surat wasiat pendiri Kopi Kapal Api. Sebelum meninggal, pada 25 Agustus 2009 pria itu empat membuat surat wasiat.

Isinya menjelaskan Achmad Rivai masih memegang 60 persen perusahaan Kopi Kapal Api.

Oleh karena itu, Zulhendri melaporkan Soedomo dengan pasal 263, 264, 266, 372 dan 374 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana ke Bareskrim. @rama


Editor: +Rizal Hasan

RIZAL HASAN has been a reporter for more than 12 years, now he as…

Facebook Twitter Google+ Index Berita 




code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty