x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Menceritakan Kehidupan Adat Sasak

Film “Perempuan Sasak Terakhir” Dirilis

Rabu, 27 Juni 2012 19:13 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Film “Perempuan Sasak Terakhir” Dirilis - Menceritakan Kehidupan Adat Sasak - Film "Perempuan Sasak Terakhir".

Film "Perempuan Sasak Terakhir".

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Setelah memakan proses produksi yang cukup lama, akhirnya film Perempuan Sasak Terakhir (PST) resmi diputar di bioskop pada Kamis (28/6). Film garapan sutradara Sandi Amaq Rinjani ini sendiri mengambil cerita tentang persoalan perempuan dan hilangnya kearifan lokal oleh derasnya moderenisasi.

Mengambil seting kehidupan perempuan di perkampungan adat masyarakat Sasak, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Sandi ingin menceritakan bagaimana posisi perempuan saat ini. Perempuan sebagai ibu, sebagai pengajar, tulang punggung keluarga hingga fungsi sosialnya dalam keluarga dan masyarakat.

Baca juga: Film "Despicable Me 2" libatkan dubber artis Samuel dan kawan-kawan dan Tyo ACE Janez siap semarakkan perfilman Indonesia

“Disini kami memotret tentang isu-isu perempuan seperti kekerasan, akses kesehatan hingga benturan budaya lokal dalam arus globalisasi saat ini,” ujar Sandi, di Jakarta, Selasa (26/6).

Memang film ini jauh dari tema utama film komersial saat ini yang cenderung menjual kisah horor dan sensual. Namun Sandi, berpandangan salah satu fungsi film Indonesia yang kini mulai hilang adalah kesadaran untuk mengangkat akar budaya Indonesia itu sendiri.

“Setidaknya kita mulai dari hal yang kita bisa. Kami ingin menceritakan kembali tentang sejarah dan budaya serta kronik persoalannya melalui cerita keseharian masyarakat Sasak di Lombok,” tambahnya.

Selain mengangkat isu berbeda film yang akan diputar perdana di Blitz Megaplex, Grand Indonesia ini menampikan wajah-wajah baru dalam perfileman nasional. Seperti Edwin Sukmono, Aufa Asfarina Febrianggie, Azhar Zaini dan lainnya. Selain cerita yang berbeda, film ini akan menyuguhkan panorama pedalaman desa Sembalun di lereng Gunung Rinjani yang eksotis. ”Semoga film bermanffat dan tentunya diterima masyarakat,” imbuhnya.@Ari

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty