Ist/Ilustrasi no narkoba
LENSAINDONESIA.COM: Ratusan mahasiswa Universitas Trisakti yang tergabung dalam Divisi Mahasiswa Anti Narkoba (DMAN) mengunjungi Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya untuk menyampaikan dukungan dan apresiasi atas upaya penanggulangan narkoba. Selain itu, dilakukan penandatanganan petisi menolak narkoba.
“Hal ini kami lakukan dalam rangka memperingati Hari Anti Narkoba Internasional (HANI),” ujar Ketua Umum DMAN Irina Aulianisa di Kampus Universitas Trisakti, Selasa (26/6/2012).
Baca juga: Hakim PN Surabaya vonis penjara seumur hidup dua bandar narkoba dan Engineering Spirit for Economy Corporate Business
Dalam rangkaian acara memperingati HANI yang bertema “Innovative, Creative and Progressive Without Drugs”, para mahasiswa juga membagikan bunga mawar pada mahasiswa Usakti, warga sekitar kampus dan pengendara motor yang melintas di depan kampus Usakti Grogol. Juga, menggelar spanduk yang ditandatangani seluruh civitas akademika Usakti dan masyarakat yang melintas. Itu sebagai komitmen dan dukungan untuk
semakin mengokohkan komitmen pemberantasan narkoba dan menghindarkan diri dari pengaruh buruk narkoba.
“Besok, kami juga mendatangi Kantor Walikota Jakarta Barat. Karena, menurut kami peranserta pemerintah kota sangat penting dalam pemberantasan narkoba ini. Kami juga mengundang bapak walikota untuk dapat hadir dalam acara kami hari Jumat mendatang,” jelasnya.
Rencananya, rangkaian acara DMAN Usakti ini akan terus berlanjut hingga Jumat 29 Juni mendatang. Dan ditutup dengan acara pentas seni yang akan diisi oleh berbagai bintang tamu.
Ketua Forum Komunikasi Karyawan Universitas Trisakti (FKK Usakti) Advendi Simangunsong mengungkapkan, bahwa dukungan dari Rektor Universitas Trisakti juga diperkuat dengan dukungan dari seluruh staf dan karyawan Usakti. “Kami bertindak bukan saja sebagai pengawas tapijuga mitra mahasiswa dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba,” tegasnya.
Dengan dukungan berbagai komponen di kampus Usakti diikuti dengan adanya peraturan yang tegas yang diterapkan oleh Rektor Trisakti berupa pemecatan terhadap karyawan maupun mahasiswa yang terbukti menggunakan narkoba, terbukti berhasil menurunkan jumlah kasus penggunaan narkoba di Usakti. “Jika pada periode 1999-2008 kami telah mendrop-out 200 mahasiswa, namun semenjak 2008 hingga sekarang sudah
tidak pernah ada lagi ditemukan kasus narkoba di kampus ini,” tambah Ketua TPPN Hein Wangania. @ari
Berita Terkait:
31 menit yang lalu
2 jam yang lalu
2 jam yang lalu
2 jam yang lalu
2 jam yang lalu
2 jam yang lalu
2 jam yang lalu
3 jam yang lalu
3 jam yang lalu
3 jam yang lalu