Ist/Ilustrasi demo pertamina
LENSAINDONESIA.COM: Ribuan buruh migas Pertamina di Cirebon kembali menggelar aksi demontrasi. Mereka menuntut penghapusan sistem kontrak kerja dan menjadikan buruh kontrak sebagai karyawan tetap Pertamina.
Aksi ribuan buruh tersebut sempat memblokir jalur utama pantura Losarang hingga mengakibatkan macet total hingga lima kilo meter lebih.
Baca juga: Pelantikan Gubernur dan Wagub Jawa Barat siap digelar 13 Juni 2013 dan Atasi geng motor, Kapolres Cirebon Kota perintahkan 'tembak di tempat'
Aksi buruh migas dan rekanan pertamina tersebut diawali dengan konvoi sepeda motor dan kendaraan mobil dari depan terminal transit utama Pertamina unit pemasaran Balongan menuju ke Pertamina EP Mundu.
Para buruh mogok bekerja menuntut untuk menghapus sistem kontrak dan menjadikan buruh tetap sebagai karyawan tetap Pertamina.
Selama konvoi, para pengunjuk rasa sempat melakukan aksi blokir jalan, sehingga pengguna jalan lainnya terpaksa harus mengalah.
Keributan sempat terjadi antara pendemo dengan security saat massa merusak pintu dua perumahan Pertamina EP Mundu. Massa yang kesal karena tidak ditemui pihak managemen pertamina merangsek masuk dihalang-halangi security.
Beruntung, aksi anarkis dapat dicegah, setelah petugas dalmas Polres Indramayu melerai kedua pihak. Massa kemudian mengalihkan aksinya ke Pertamina EP Cemara, yang berjarak sekitar 40 kilometer.
Mereka langsung melakukan aksi blokir jalan pantura, sehingga lalu lintas di pantura Losarang mengalami kemacetan.
Untuk mengantisipasi kemacetan, petugas lalu lintas Polres Indramayu, langsung melakukan rekayasa jalur dan menerapkan sistem buka tutup.
“Unttuk mengantsipasi kemacetan, kita pakai sistem buka tutup,” kata Kasatlantas Polres Indramayu, AKP Irwandi.
Dalam tuntutannya, massa yang mendapat dukungan dari KASBI dan Serikat Tani Indramayu (STI) serta massa gabungan dari sejumlah sumur eksplorasi di Indramayu barat ini meminta Pertamina memfasilitasi buruhnya dengan kesejahteraan.
“Kami menuntut agar pertamina menghapus sistem kontrak dan menjadikan buruh kontrak sebagai karyawan tetap,”.jelas koordinator aksi, Sahali.
Kapolres Indramayu AKBP G Pangarso Winarsadi mengatakan, selain mengamankan aksi, pihaknya juga melakukan pengawalan kepada setiap tangki pengangkut BBM, sehingga proses distribusi dari Balongan ke SPBU tetap berlangsung. @moch mansur
Berita Terkait:
8 jam yang lalu
9 jam yang lalu
9 jam yang lalu
9 jam yang lalu
9 jam yang lalu
10 jam yang lalu
10 jam yang lalu
11 jam yang lalu
11 jam yang lalu
11 jam yang lalu