x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



Polrestabes Surabaya Dipastikan Sudah Tahu Barang Datang

CT Scan ‘Mark up’ Disimpan di Radiologi RS dr Soewandhie

Kamis, 28 Juni 2012 16:47 WIB (2 years yang lalu)Editor:
CT Scan ‘Mark up’ Disimpan di Radiologi RS dr Soewandhie - Polrestabes Surabaya Dipastikan Sudah Tahu Barang Datang - CT Scan yang sudah tiba di RS dr Soewandhie, Surabaya /*iwan

CT Scan yang sudah tiba di RS dr Soewandhie, Surabaya /*iwan

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM : Alat kesehatan (alkes) berupa satu unit CT Scan merk GE (General Electronics), seharga Rp 14.426.500.000 itu kini disembunyikan di ruang Radiologi lantai 1 RS dr Soewandhi, Surabaya.

Hingga kini belum diperoleh konfirmasi resmi, kapan serah terima resmi dilakukan kepada pihak rumah sakit.

Baca juga: 53 juta perempuan di Indonesia berisiko mengidap kanker seviks dan DPRD Surabaya Kecam "Brutalisme" Inspektorat

Soal dugaan mark up harga, penyelidikan mengenai kronologis pembelian barang baru bisa dilakukan jika serah terima barang secara resmi sudah dilakukan, sehingga proses jual beli barang sudah dinyatakan sah.

Yang pasti, satu unit CT Scan itu kini sudah berada di bawah kekuasaan manajemen pihak RS dr Soewandhie, Surabaya.

Pihak Satreskrim Polrestabes Surabaya, melalui Wakasatreskrim, Kompol Sudamiran, dipastikan sudah mengetahui berita soal kedatangan satu unit CT Scan yang diduga bermasalah tersebut.

Sementara, pihak manajemen RS. dr Soewandhie terus menutup diri dan menolak memberikan keterangan.

Bahkan ketika beberapa kali mencoba ditemui, Direktur RS dr Soewandhi, Drg Febria Rachmanita (Peni), dikatakan sedang ada agenda rapat dan keluar kantor.

“Maaf mas saya sedang rapat” jawab Febria, ketika beberapa kali dikonfirmasi melalui telepon.

Seperti diketahui, alat CT Scan merk GE (General Elektronics) sudah tiba pada, Senin (25/06) dengan diangkut dua truk besar.

Dugaan mark up harga itu mencuat saat pengadaan alkes berupa CT Scan dan Cath Lab senilai Rp 31 miliar lebih di RS dr Soewandhie, yang diduga dimainkan di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kota Surabaya, oleh pihak principle (perusahaan pendukung), yang membawa dua perusahaan, yakni PT Dian Graha Elektrika (pemenang lelang CT Scan) dan PT PT Enseval Putera Megatrading.Tbk (pemenang lelang Cath Lab).

Untuk diketahui satu unit CT Scan merk GE (General Electronics), dimenangkan PT Dian Graha Elektrika dengan nilai Rp 14.426.500.000 (harga HPS/OE: Rp 14.499.100.000,00).

Kecurigaan terjadinya mark up kali pertama dicuatkan oleh pihak PT Singo Malar, melalui surat sanggahan atas kemenangan PT Dian Graha Elektrika, yang menuding ada indikasi pengaturan pemenang lelang dalam proyek alkes RS dr Soewandhie tersebut.

Direktur PT Singo Malar, Ir Bambang Utoyo,  mengakui memang ada indikasi pengaturan pemenang lelang dalam proyek alkes RS dr Soewandhie tersebut.

Menurutnya, pengajuan spesifikasi alat yang diajukan dirinya tentunya lebih baik karena produk Eropa yang teruji secara kualitas.

Namun ia gagal dan menyatakan pengajuan barang yang ditawarkan pihaknya didiskualifikasi secara tidak jelas.

“Kalau pemenang lelang menawarkan barang lebih baik it’s ok. Tapi yang dimenangkan ini kan barang produk China yang standarnya jauh di bawah merk Philips dari Eropa,” kata Bambang, dikonfirmasi, beberapa waktu lalu.

Dari informasi yang diperoleh diketahui kalau harga tersebut hanya diduga berkisar US$250 ribu atau sekitar Rp 2, 7 miliar.

Harga itu ditambah tarif  Fee on the Boat (FOB), termasuk asuransi barang, pajak, bea masuk dan lain-lain, diperkirakan maksimal mencapai Rp 1,5 miliar.

Sehingga total biaya mendatangkan satu unit CT Scan mencapai sekitar Rp 4,2 miliar saja. Namun, dari hasil lelang, PT Dian Graha Elektrika pemilik NPWP: 01.313.967.0-007.000 dibayar Pemkot Surabaya sebesar Rp 14.426.500.000 dari APBD.

Jumlah nominal pembayaran itu sangat jauh dari harga barang yang baru datang dan inilah penyebab munculnya tudingan mark up pada proses lelangnya. @iwan

 


Editor: +Rizal Hasan

RIZAL HASAN has been a reporter for more than 12 years, now he as…

Facebook Twitter Google+ Index Berita 



code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty