Ist/Taufiqurrohman Syahuri
LENSAINDONESIA.COM: Maraknya berbagai aksi yang melakukan saweran untuk pembangunan gedung KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) merupakan ekspresi kemarahan rakyat atas banyaknya kasus korupsi di Indonesia. Seharusnya, saweran tidak usah dihalangi, itu juga bagian dari semangat gotong royong.
Hal itu disampaikan anggota Komisi Yudisial (KY), Taufiqurrohman Syahuri, kepada LICOM, lewat pesan singkatnya, Sabtu (30/6/2012) petang. “Itu membuktikan dukungan besar masyarakat kepada KPK yang selama ini dinilai paling berhasil mengungkap kasus korupsi,” ujarnya.
Baca juga: Istri Fathanah mau main sinetron, Bro! dan Ada motif politik, Bendum PKS pilih jawab "Gak ada"
Menurut pakar Hukum Tata Negara ini, di sisi lain maraknya saweran buat pembangunan gedung KPK juga merupakan indikasi banyaknya ‘hakim nakal’ yang sering memutus bebas para koruptor terutama di daerah.
Namun, dia mengingatkan kalau gerakan saweran itu bukan berarti rakyat mendukung secara ‘membabi buta’ kepada KPK. “Karena masih banyak kasus lain yang lebih besar seperti kasus Bank Century yang sampai sekarang belum ada progresnya,” ujar Opik, sapaan Taufiqurrohman Syahuri. @boy gunawan
Berita Terkait:
1 menit yang lalu
1 menit yang lalu
2 menit yang lalu
13 menit yang lalu
39 menit yang lalu
47 menit yang lalu
54 menit yang lalu
56 menit yang lalu
1 jam yang lalu
1 jam yang lalu