x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



Dana di Rekening Sebesar Rp 26 Miliar Raib

Penggelapan Dana Ala “Malinda Dee” Terulang di Bank Bukopin Tegal

Sabtu, 30 Juni 2012 07:45 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Penggelapan Dana Ala “Malinda Dee” Terulang di Bank Bukopin Tegal - Dana di Rekening Sebesar Rp 26 Miliar Raib - Ist/Ilustrasi Bank Bukopin

Ist/Ilustrasi Bank Bukopin

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Aksi tipu-tipu ala “Malinda Dee” kembali terjadi. Kali ini menimpa Parmanto, nasabah Bank Bukopin Cabang Kota Tegal, Jawa Tengah. Akibatnya, uang sebesar Rp 26 miliar bablas alias tak jelas jeluntrungnya.

Kasus penggelapan dana nasabah ini diduga dilakukan Novel Fatrio, yang saat itu menjabat Account Officer Bank Bukopin Cabang Kota Tegal, Jawa Tengah. Tragisnya lagi, sejak kasus itu mencuat, Novel juga menghilang entah kemana.

Baca juga: Caleg PKPI Jateng II siap jadi pendamping masyarakat desa dan Mahasiswa dan 9 komplotan "sadis" bersenjata digulung di Jawa Tengah

Akhirnya kasus yang merugikan nasabah ini dilaporkan ke Mabes Polri dengan nomor laporan: TBL/245/VI/2012/Bareskrim Polri. Suhardi Soemoljono, kuasa hukum Parmanto kepada LICOM mengatakan, Novel sengaja melakukan tindak pidana penipuan, penggelapan dan pencucian uang sebesar Rp 26 miliar.

Menurut Suhardi, pembobolan dana nasabah ini berawal dari bujuk rayu Novel Fatrio yang menyuruh Parmanto untuk memindahkan seluruh tabungannya ke Bank Bukopin Cabang Tegal. Karena sudah akrab dan kenal baik, tanpa curiga Parmanto menuruti permintaan Novel. Namun, saat mengurus transaksi keuangan diketahui ada kejanggalan. Yakni, antara catatan buku bank dengan saldo rekening yang ada di Bank Bukopin Cabang Tegal
tidak sesuai.

Uang hasil penjualan gula itu diduga disalahgunakan oleh Novel. Sehingga, keuntungan dari selisih pembelian dengan penjualan yang seharusnya masuk rekening Parmanto sebagai keuntungan tidak tertulis direkening milik Parmanto di Bank Bukopin Cabang Tegal. Tak hanya itu, pembobolan rekening semakin kuat ketika Parmanto akan melakukan penarikan cek sebesar Rp 500 juta untuk di kliring melalui bank lainnya pada tanggal 25 Juli
2011. Ternyata, bukti kliring nomor cek giro 1209479790 ditolak Bank Bukopin Cabang Tegal, dengan dalih saldonya tidak cukup.

Parmanto pun mulai curiga. Dai kemudian mengecek saldo rekeningnya ternyata sudah tidak ada lagi. Padahal, sebelumnya uang simpananya di Bank Bukopin Cabang Tegal sebesar Rp 26 miliar.

Sementara, dengan adanya kasus ini Kepala Bank Bukopin Cabang Tegal ketika dikonfirmasi LICOM via telepon tidak mau mengangkat. Begitu juga via SMS (Short Massage Service) dia juga enggan membalas. @ boy gunawan

 




code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty