x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



Tak Terima Dituduh Menipu, Ancam Lapor Balik

Catut Lukisan Maestro Affandi, Warga Bekasi Dibui

Minggu, 01 Juli 2012 18:26 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Catut Lukisan Maestro Affandi, Warga Bekasi Dibui - Tak Terima Dituduh Menipu, Ancam Lapor Balik - Oliv dan dua lukisan yang diduga palsu /*dhimas

Oliv dan dua lukisan yang diduga palsu /*dhimas

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Karena mengaku-aku memiliki koleksi lukisan asli karya pelukis maestro Affandi dan Sudjojono, seorang warga Bekasi, Jawa Barat, Oliv, harus mendekam di balik jeruji besi, Polrestabes Surabaya.

Adalah Edwin Saputra, warga Wisma Permai Surabaya yang melaporkan dugaan penipuan tersebut setelah syarat disertakannya sertifikat keaslian lukisan karya Afandi dan Sudjojono, tak kunjung bisa dipenuhi.

Baca juga: Ribuan personil keamanan akan mengawal sholat Idul Adha di Surabaya dan Hal yang perlu diperhatikan jika membeli mobil bekas

Kejadian itu berawal dari kenekatan Oliv menjual 3 lukisan itu melalui tokobagus.com, dengan lukisan berjudul Jidat dan Mataku karya Afandi serta sebuah karya Sudjojono berjudul Pemandangan Gedung Dewan Jaman Dahulu.

Oliv mengaku lukisan itu merupakan warisan kakeknya. Ia juga mengaku selama ini melakukan penjualan barang antik via tokobagus.com dengan nama Balakosa Azura.

Namun, saat dilakukan transaksi melalui internet dan transaksi melalui rekening BCA serta BII, ternyata Edwin tak kunjung menerima lukisan serta sertifikat keaslian lukisan yang diinginkannya.

“Setelah mendapat laporan dari Edwin Saputra kami melakukan pemburuan di museum Affandi di Jogja. Iia merasa ditipu dengan menawarkan lukisan Affandi dan Sudjojono beserta sertifikat asli lukisan. Namun setelah kami cek ternyata sertifikat yang menyatakan keaslian lukisan itu terbukti tidak asli dan itu membuat korban merasa rugi hingga Rp 70juta,” ungkap Kanit Jatanum AKP M Yunus Saputra, Minggu (01/07).

Polisi juga mengalami kesulitan untuk membedakan apakan lukisan karya Affandi dan Sujojono itu asli atau palsu.

“Akhirnya kami mendatangkan orang yang tahu ciri ciri apakah benar lukisan yang ditawarkan itu asli atau tidak,” papar Yunus.

Ternyata karya Affandi yang berjudul Jidat dan Mataku itu adalah palsu. Diketahui lukisan Affandi itu awalnya ditawarkan seharga Rp. 70 juta hingga akhirnya dilepas dengan harga Rp.20 Juta oleh Oliv.

Sementara itu lukisan karya Sujojono dengan judul Pemandangan Gedung Dewan Jaman Dulu itupun diindikasikan palsu dan dijual dengan harga Rp.100 juta ternyata dari proses tawar menawar akhirnya dilepas Rp. 70 juta oleh Oliv.

“”Kami menduga ini adalah sindikat, karena tidak mungkin pekerjaan seperti ini dilakukan sendiri,” kata Yunus.

Saat ditanya penyidik Oliv terus mengelak bahkan mengaku akan memperkarakan pelapor.

“Saya difitnah, ini namanya pencemaran nama baik, lihat saja nanti akan saya laporkan pada pengacara saya,” teriaknya

Sebagai kelengkapan pemeriksaan barang bukti yang diamankan sementara 2 karya lukisan hasil goresan Affandi berjudul Jidat Dan Mataku serta hasil goresan Sujojono berjudul Pemandangan Gedung Dewan Jaman Dulu

Sekedar diketahui, ciri lukisan Afandi sendiri ialah lukisan bertekstur, tidak menggunakan kuas saat menggoreskannya, goresan lier tak ragu ragu (tegas), tak ada campuran warna, ada tanda tangan diri si pelukis (orisinal) serta dibubuhi tahun pembuatan lukisan.

Kompol Suparti menambahkan justru penipuan semacam ini yang banyak tidak tersentuh.

Pelaku dijerat pasal 378 serta ancaman minimal 4 Tahun penjara. @dhimas


Editor: +Rizal Hasan

RIZAL HASAN has been a reporter for more than 12 years, now he as…

Facebook Twitter Google+ Index Berita 



code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty