x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



Sudah 2 Tahun Melapor, Tak Digubris

Kondisi SDN Tambak Aji Semarang Rusak Parah dan Rapuh

Rabu, 04 Juli 2012 15:59 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Kondisi SDN Tambak Aji Semarang Rusak Parah dan Rapuh - Sudah 2 Tahun Melapor, Tak Digubris - mengenaskan dan nyaris roboh

mengenaskan dan nyaris roboh

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Sudah dua tahun lebih Sukarsih, Kepala Sekolah SDN Tambak Aji 3 Ngaliyan, Semarang, hanya bisa menunggu dana perbaikan sekolahnya baik dari pemerintah ataupun dari pihak donatur. Sejak tahun 2010 kondisi fisik sekolah sudah tidak layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Kondisi tembok yang semakin rapuh karena faktor usia, plafon-plafon ambrol dan kondisi kayu pengait sudah rapuh.

Padahal Data Dinas Pendidikan Semarang, tahun 2012 pihak Diknas telah menganggarkan biaya senilai Rp 80,1 Miliar untuk perbaikan sekolah. Dana tersebut berasal dari APBN melalui Dana Alokasi Khusus dan bantuan keuangan provinsi dan APBD II Kota Semarang.

Baca juga: Kongkalikong gaet Satpol PP, Gedung Sinarmas Semarang lecehkan Perda dan Dua belas pegawai SMA 8 Semarang emosi, gaji rapel diduga dikorupsi

Targetnya, sebanyak 1.015 ruang kelas SD akan diperbaiki dengan anggaran Rp 54,7 miliar. Sedangkan, SMP akan dialokasikan dana sebesar Rp 25,4 miliar untuk memperbaiki 347 ruang kelas.

Kini di sekolah tersebut, penyangga-penyangga yang ada disulam dengan penyangga dari bambu seadanya. “Bahkan waktu musim hujan yang lalu, semua atap bocor dan membasahi lantai ruang kelas,” jelas Sukarsih di ruang Kantornya, Jl Raya Bringin II, Ngaliyan, Semarang, Rabu (4/7/2012)

Sukarsih hanya berharap tidak ada kejadian buruk yang menimpa anak didiknya saat kegiatan belajar mengajar. “Apalagi musim ini harus menerima 34 siswa baru melalui Panitia Penerimaan Peserta didik tahun 2012” terangnya.

Menurut Sukarsih, pihak sekolah beberapa kali telah melaporkan kondisi tersebut ke kelurahan, kecamatan dan Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Diknas setempat. “Tetapi belum ada tindak lanjutnya, hanya disarankan mengajukan proposal ke pemerintah kota Semarang,” jelasnya.@nur




code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty